CHAPTER 2 FOOLISH LOVE

image

Cast :

Im Yoona a.k.a Im Yoong

Jung Chaeyeon DIA (II)

Jessica jung a.k.a Jung Sooyeon

Krystal Jung a.k.a Jung soojung

Rating : 17 +

Genre : Romance, Life, Sad, Little bit NC

Lenght : Chapter

Author Pov

Chaeyeon menatapnya nanar berkas yang bertuliskan nama IM YOONG. Sudah berulangkali dia menghembuskan nafasnya.

“Maaf nona jung, tadi saya ada pasien” seorang dokter lelaki paru baya masuk kedalam ruangannya.

“Tidak masalah dokter Lee, saya juga baru datang” sahut Chaeyeon sopan.

“Apa yang ingin anda bicarakan nona jung?” tanya dokter tersebut. Chaeyeon menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan secara perlahan.

“Begini dokter, ini tentang…” Chaeyeon menggantungkan kata-katanya sembari melihat berkas yoong.

“Tentang yoong?” tebak dokter Lee.

“Apa yoong berbuat sesuatu yang aneh? Bukannya yoong anak yang penurut?” dokter Lee mengerutkan keningnya.

“Bukan dokter tapi…tentang psikis yoong?”

“Psikis yoong? Saya rasa psikis yoong lah paling baik perkembangannya disini. Saya tidak mengerti bagaimana psikisnya meranjak dari hari ke hari tambah hambatan” jelas dokter Lee.

Sekali lagi Chaeyeon menghela nafasnya. “Apa bisa yoong sembuh dalam 3 bulan?” tanya Chaeyeon sambil menatap dokter Lee dengan tatapan berharap.

Dokter Lee jelas kaget mendengar pertanyaan Chaeyeon. “3 bulan?”

“Ne, 3 bulan” jawab Chaeyeon.

Dokter Lee mengkerutkan keningnya dengan gusar.

“Bagaimana, apakah itu bisa?” Chaeyeon berharap. “Saya akan bayar berapa asalkan yoong kembali normal dalam 3 bulan”

Dokter Lee menghela nafasnya. “3 bulan itu bukan waktu yang lama. Saya tidak bisa menjamin dalam 3 bulan yoong bisa sembuh. Walaupun psikis yoong membaik setiap harinya. Dan walaupun yoong rajin untuk terapi dan yoong selalu rutin minum obat. Tapi tidak dalam waktu sesingkat itu yoong bisa kembali normal” jelas dokter Lee.

“Dokter saya mohon, bantu yoong untuk bisa normal kembali” pinta Chaeyeon.

“Saya akan bantu dia, tapi dengan waktu 3 bulan, apakah bisa?”

Chaeyeon yang mendengarnya menundukkan kepalanya.

“Dokter apa ada cara lain untuk mempercepat penyembuhan yoong?”

“Kalau mempercepatnya pasti ada, tapi saya tidak tau pasti. Ini belum pernah di terapkan kepada pasien disini” dokter Lee tampak berfikir.

“Saran saya seringla bawa yoong ke bahasan yang dewasa. Agar pemikiran dewasanya cepat berkembang. Kalau menurut saya tidak susah untuk membuka pemikiran yoong ke arah dewasa. Umur yoong juga sudah dinyatakan dewasa, tapi saya tidak bisa memastikan yoong langsung bisa menanggapinya”

“Dan berdoalah kepada tuhan agar yoong diberi keajaiban kembali normal tanpa terapi”

“Kalau menurut saya 3 bulan itu sangat berat untuk yoong benar-benar sembuh total, tapi kita tidak tahu juga, kalau tuhan berkehendak” dokter Lee tersenyum.

“Apa ini menyangkut…” dokter Lee menghentikan kata-katanya melihat Chaeyeon yang terkejut mendengarnya.

“Maaf nona jung” sahut dokter Lee cepat.

“Tidak masalah dokter. Benar yang anda maksud” Chaeyeon tersenyum tipis.

Chaeyeon bangkit dari duduknya. “Kalau begitu saya permisi dulu. Terima kasih sarannya dokter” kemudian Chaeyeon membungkukan badannya.

“Nona jung”

Chaeyeon membalikan badannya saat dokter Lee memanggil.

“Ne”

“Anda bisa membawa yoong keluar setiap harinya. Yoong butuh wawasan luas agar merangsang pemikirannya. Itu juga salah satu cara agar mempercepat yoong kembali normal”

“Satu lagi saya hampir lupa. Menurut data psikis yoong. Yoong bisa berada di titik normalnya. Belakangan ini yoong sering sekali berada di titik normal”

“Benarkah dokter?” tanya Chaeyeon sedikit senang.

Dokter Lee hanya mengangguk.

“Sekali lagi terima kasih dokter” ucap Chaeyeon.

-ooo-

Yoong sedang asik menonton kartun. Chaeyeon yang melihat yoong tertawa hanya tersenyum di ambang pintu.

“Sedang menonton apa?”

“Kartun” jawab yoong tanpa mengalihkan pandangannya.

“Kau mengacuhkanku” desia Chaeyeon.

“A-aniyo, yoong tidak mengacuhkan Chaeyeon, yoong sudah menjawab pertanyaan Chaeyeon” jawab yoong dengan raut muka terkejut.

“Kau sangat menggemaskan” Chaeyeon mencubit yoong dengan sangat gemas.

“Appo Chaeyeon” keluh yoong sambil memegang pipinya yang memerah.

Detik berikutnya mereka sama-sama terdiam.

“Chaeyeon ada masalah?” tanya yoong.

“Yoong mau mendengar cerita Chaeyeon” tawar yoong.

Chaeyeon tersenyum. “Tidak ada masalah kok”

Tiba-tiba yoong berteriak kencang.

“Tunggu…sebentar”

Yoong segera berjalan kearah lemarinya.

“Ini buat Chaeyeon” yoong tersenyum.

Chaeyeon tersentak melihat gambar bunga kesukaannya.

“Membuatnya sendiri?”

“Yoong buat sendiri khusus Chaeyeon” yoong sangat senang.

“Gomawo”

-ooo-

Chaeyeon tengah berkutat dengan tugas-tugas kuliahnya.

“Tck..tck…sepertinya sulit?”

Dari ambang pintu Sooyeon membawa teh hangat dan mengejek adiknya frustasi.

“Tenangkan dulu pikiranmu chae” Sooyeon meletakkan teh di meja.

“Eonnie aku sedang sibuk, deadlinenya lusa” jawab Chaeyeon

“Aku dengar appa ingin menjodohkanmu dengan orang lain?” pertanyaan Sooyeon sukses menghentikan kegiatan Chaeyeon.

“Eomma cerita ke soojung”

“Cih…mereka sesuka hatinya saja” Chaeyeon mencibir kesal.

“Jadi?”

Chaeyeon menghela napasnya. “3 bulan eonnie. 3 bulan aku harus membuat yoong sembuh”

“Sial…pria tua itu membuat aku benar-benar seperti wanita jahat” jawab Chaeyeon emosi.

“Chae…” Sooyeon memegang pundak adiknya.

“Kau mengatakan kau jahat? Dari sisi mana kau jahat eoh?” tanya Sooyeon lagi.

“Setelah 3 bulan aku harus membuatnya sembuh lalu aku menikah dengannya setelah itu aku meninggalkannya yang telah membuat perusahaan keluarga kita kembali bangkit. Apa aku tidak dikatakan yeoja jahat”

“Chae..kau menjaga dan menemani yoong selama satu tahun lebih dan sekarang kau ingin membuatnya normal dalam 3 bulan. Apakah itu termasuk dirimu dikatakan yeoja jahat” Sooyeon menatap adiknya dengan lembut.

“Kau tidak jahat chae..bukan kau yang jahat. Eonni tidak pernah punya adik jahat” Sooyeon membelai rambut Chaeyeon.

“Tapi..setelah aku menikah dengannya, aku harus meninggalkannya” desis Chaeyeon.

“Kenapa kalau meninggalkannya?” Sooyeon mengangkat wajah adiknya yang tertunduk.

“Kau merasa bersalah meninggalkannya?” tanya Sooyeon.

“Kau mulai menyukainya kan?” tanya Sooyeon lagi.

“A-aniyo” jawab Chaeyeon gelagapan.

“Mau membohongi seseorang dari jurusan psikologi?” tanya Sooyeon.

Chaeyeon menatap kakaknya dengan kesal. “Tsk…”

“Buat apa kau harus bilang, kau akan membuatnya kembali normal dalam 3 bulan? Kalau kau sendiri tidak punya perasaan kepada yoong? Bukan kah bagus kalau kau menikah dengan yang lain lalu membuat perusahaan kembali normal dan setelah itu kau meninggalkannya. Bukannya itu juga yang kau inginkan chae?”

“Tapi..” belum sempat Chaeyeon menyelesaikan kalimatnya Sooyeon menyelanya.

“Tapi apa? Kau mau bilang karena kau sudah menjaganya selama 1 tahun lebih? Mau bilang sia-sia menjaganya tapi akhirnya meninggalkannya begitu saja”

“Chae..kau tidak akan membantah kalau itu bukan keinginanmu dari hati”

“Kau memang selalu membantah tapi kalau keinginan itu dari sini” Sooyeon menunjuk dada Chaeyeon. “Kau membantah habis-habisan. Itulah jung Chaeyeon”

Chaeyeon diam tak berkata. Yang dikatakan kakaknya memang benar.

“Sekarang ceritakan apa yang membuat  jung Chaeyeon membantah”

“Entahlah eonnie aku juga tidak tahu. Yoong begitu baik padaku, bukan sekali dua kali aku memperlakukanyu tidak baik tapi yoong membalasnya dengan senyuman”

“Kau tau itu apa?”

Chaeyeon menatap kakaknya dengan diam.

“Itu cinta. Yoong tidak peduli apa yang kau lakukan terhadapnya. Yoong selalu tersenyum kepadamu walaupun kau memperlakukannya tidak baik. Karena dia menyukaimu”

Kata-kata kakaknya membuat tubuh Chaeyeon meremang.

“Sampai yoong hampir mati demi mengambil bunga kesukaanku” kata Chaeyeon membuat Sooyeon mengerutkan alisnya.

“Maksudmu chae?”

Chaeyeon menundukan kepalanya. “Yoong hampir tenggelam karena mengambil bunga lily” desisnya pelan.

“Bagaimana keadaannya?” Sooyeon panik.

“Yoong tidak apa-apa. Apa yang dialaminya tidak parah” jelas Chaeyeon.

“Chae..” panggil Sooyeon.

“Eonnie…” Chaeyeon kembali menatap kakaknya.

“Ne”

“Lalu aku menangis dihadapan yoong, dan saat appa mengatakan tinggalkan yoong, aku semakin sedih. Itu artinya apa?”

Mendengar hal itu Sooyeon tersenyum.

“Kan eonni sudah bilang. Kau menyukainya chae..tapi kau malah membantah” Sooyeon mengacak-acak rambut adiknya.

“Tapi eonni, aku pasti sudah memiliki kesempatan” kata Chaeyeon.

“Cinta tidak mengenal kata terlambat chae..kalau bukan sekarang kapan lagi?”

-ooo-

Chaeyeon sedang berjalan dikoridor gedung rehabilitasi tempat yoong berada. Sesampainya Chaeyeon langsung membuka kamar yoong tanpa diketuk. Mainannya berserakan dimana-mana. Lalu Chaeyeon menoleh ke arah kamar mandi. Terdengar suara percikan air. “Apa yoong mandi?” Chaeyeon bertanya pada dirinya.

Tak mau ambil pusing Chaeyeon segera meletakkan bekal makan siang untuk yoong. Dan membersihkan kamar yoong.

Tiba-tiba yoong keluar dari kamar mandi, yoong hanya mengenakan handuk di pinggangnya saja, Chaeyeon terperangah melihat yoong, Chaeyeon meneguk ludahnya kasar. Baru kali ini Chaeyeon melihat tubuh yoong. Badannya yang putih dan abs-abs kecilnya serta bahunya yang lebar membuat wajahnya memerah. “Sial” rutuknya dalam hati.

Disaat yoong ingin melepas handuknya. “KYAAAH” dengan cepat Chaeyeon menjerit dan menutup mukanya.

Yoong terkejut. “Cha…Chaeyeon” yoong gelepan melihat Chaeyeon.

“Pakai bajumu, aku menuggumu diluar” kata Chaeyeon sambil menutup wajahnya.

Sesampainya diluar Chaeyeon menghembuskan napasnya.

“Dia punya badan yang bagus” desis Chaeyeon. Dipegannya pipinya yang memerah. “Kenapa wajahku memerah begini”

Selang beberapa menit Chaeyeon kaget oleh suar yoong. “Yoong sudah siap” Chaeyeon pun menoleh ke belakang.

Chaeyeon menyiapkan makanan untuk yoong.

“Waahh eennnak” rancau yoong.

“Chaeyeon tidak makan?”

Yoong mengarahkan sumpitnya ke mulut Chaeyeon.

“Buka mulutmu..aaa..” pinta yoong.

“Aku tidak lapar yoong” kata Chaeyeon.

“Ayo makan..aaa”

“Yoong..”

“Chaeyeon ayo makan” yoong menatap Chaeyeon dengan puppy eyesnya membuat Chaeyeon membuka mulutnya.

Melihat Chaeyeon membuat yoong tertawa manis.

“Kenapa tertawa?” Chaeyeon menatap yoong dengan aneh.

“Hehehe Chaeyeon sangat lucu” yoong kembali tertawa.

“Nanti malam mau ku ajak keluar?”

Yoong menghentikan tawanya dan menatap Chaeyeon.

“Keluar?”

“Jam 8 sudah siap” kata Chaeyeon.

-ooo-

Chaeyeon Pov

kutatap pintu kamar yoong dengan gugup.

“Sial kenapa aku gugup begini” rutukku.

Kubuka pintu kamar yoong. Mataku terbelalak kaget melihat yoong malam ini. “Sial, dia keren” desisku.

“Chaeyeon” dia membalikkan badannya.

“Sudah siap?”

Dianggukan kepalanya seperti anak kecil.

“Ayo” kulangkahkan kakiku lebih dulu keluar dari kamarnya.

Kamipun berjalan dikoridor gedung ini. Kulirik yoong disampingku yang sangat tampan.

Author Pov

Sepanjang perjalanan Chaeyeon dan yoong hanya diam, Chaeyeon fokus menyetir dan yoong sedari tadi melihat kearah luar dengan cengiran dibibirnya.

“Senang?”

“Sangat” jawab yoong cepat.

Kemudian yoong menatap Chaeyeon.

“Yoong ingin sushi” pinta yoong merengek.

“Mendengar hal itu Chaeyeon tertawa. “Baiklah”

Sesampainya mereka di restoran sushi, yoong segera membuka mobil dan melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam tanpa menunggu Chaeyeon. Dan itu membuat Chaeyeon memekik kesal. “Tunggu yoong”

Yoong menghentikan langkahnya dan menatap Chaeyeon yang merengut.

“Mianhae”

Chaeyeon yang memang kesal hanya mencibir yoong.

Yoong melihat yang lain masuk dengan menggandengan tangan, lalu yoong melihat tangan Chaeyeon disampingnya. Dengan ragu-ragu yoong menarik tangan Chaeyeon untuk digenggamnya. Chaeyeon kaget menatap yoong.

“Seperti itu” yoong menunjuk pasangan lain.

“Boleh?”

Dengan anggukan Chaeyeon menjawab lalu menundukan kepalanya.

“Chae…”

Chaeyeon menoleh kebelakang mendengar namanya dipanggil. Matanya terbelalak kaget melihat teman SMA nya, teman yang mengejek Chaeyeon karena dia dinikahkan dengan namja autis.

“Kau dengan si aut…”

“Anyyeong haseyo Im Yoong imnida” yoong membungkukan badannya lalu tersenyum ke arah 4 teman Chaeyeon.

Mina salah satu teman Chaeyeon menatap yoong. “Kau bukannya autis yang tertawa saat kami lempari kue?” tanyanya sinis.

“Jinjja?” tanya yoong tersenyum.

“Ini namja autis itu kan?” sejeong yang disamping mina bertanya ke Chaeyeon.

“Cih..bicara apa kalian semua” Chaeyeon menatap teman kelasnya.

“Dia calon suamiku” tandas Chaeyeon.

“Dan dia calon istriku” yoong segera merangkul pinggang Chaeyeon lalu tersenyum.

“Bu-bukankah yang au-autis itu” mina kembali menunjuk yoong dengan tak percaya.

“Ia kau yang autis itu kan” tanya teman mina.

“Lalu apa masalahnya nona-nona?” kini yoong tersenyum miring. Sekali lagi Chaeyeon kaget mendengarnya lalu dia teringat perkataan dokter Lee. “Yoong bisa berada di titik normalnya” apakah dia berada di titik normalnya? Chaeyeon bertanya-tanya dalam hati.

“Kalau begitu kami permisi dulu nona-nona”

Yoong pun membawa Chaeyeon menjauh dari mereka, darah Chaeyeon semakin berdesir dan degup jantungnya berdetak, bagaimana tidak yoong semakin memeluk pinggannya.

Chaeyeon sedari tadi menatap yoong yang sedang melahap sushinya.

“Yoong..” panggilnya.

“Hhmm”

“Kenapa berkata sepert itu tadi hmm?”

“Berkata yang mana?” kata yoong.

“Yang tadi”

Yoong menatap Chaeyeon. “Ah..yang tadi” yoong terlihat berfikir. “Yoong tidak tau kenapa tadi yoong berkata seperti itu hehehe” cengir yoong.

Chaeyeon menghembuskan napasnya. “Dia kembali lagi seperti semula” batin Chaeyeon.

Chaeyeon pun mengalihkan pandangannya mengitari restoran sushi. Chaeyeon melihat orang-orang kini menatapnya dan juga menunjuk-nunjuknya. Chaeyeon kembali pengunjung ini dengan bingun.

“Permisi ini teh yang anda minta nona” kata seorang pelayang.

“Sepertinya kekasih anda menjadi topik hangat pengunjung disini nona” sahut pelayang itu lagi.

“Huh?” Chaeyeon menatap pelayan wanita itu bingung.

“Pengunjung disini melihat kekasih anda nona”

“Melihat yoong?” Chaeyeon kaget mendengarnya.

“Kalau begitu saya permisi dulu nona”

Tidak dipungkiri yoong memang sangat tampan. Tapi selang berikutnya Chaeyeon kesal, semakin banyak pengunjung sengaja lewat di meja melihat yoong terkadang menunjuk yoong lalu berbisik-bisik.

“Yoong” desis Chaeyeon kesal.

Yoong menoleh ke Chaeyeon. “Ne”

“Cepat habiskan makananmu”

“Hmm”

“Jangan membantah” tandas Chaeyeon.

-ooo-

“Yoong senang sekali hari ini. Gomawo” ucap yoong lalu menguap.

Chaeyeon tersenyum tipis

“Kau sudah mengantuk?”

“Yoong sedikit mengantuk”

“Tidurlah, aku akan menemanimu sampai tidur”

“JINJJA?” tanya yoong antusias.

“Heemm”

Yoong pun segera naik ke tempat tidurnya. Chaeyeon duduk di tempat tidurnya.

“Bacakan cerita untuk yoong” yoong mempoutkan bibirnya meminta kepada Chaeyeon.

Chaeyeon mulai membacakan buku cerita.

“Kemudian pangeran dan putri saling bersama dan berakhir dengan bahagia”

Chaeyeon mengakhiri ceritanya dengan senyuman dibibirnya.

“Apa nanti kita akan berakhir bahagia?” Chaeyeon menatap lekat wajah yoong. Chaeyeon mengelus pipi yoong. “Maafkan aku, maaf” desis Chaeyeon sedih.

Chaeyeon pun bangkit dari duduknya, ditatapnya lagi wajah polos yoong dengan senyuman. Chaeyeon mengecup pipi yoong.

“Selamat tidur calon suamiku” ucap Chaeyeon dengan tersenyum.

-ooo-

Chaeyeon memasuki rumahnya dengan perasaan senang.

“Aku pulang” ucap Chaeyeon berteriak.

“Wah..sepertinya senang sekali” soojung menatap adiknya.

“Habis bersama yoong?” tebak Sooyeon dari belakang.

“Hmm” cengir Chaeyeon.

Soojung menatap adiknya dengan heran. “Tumben senang habis bersama yoong?” soojung menatap Chaeyeon sarkatis.

“Tidak boleh?” Chaeyeon menaikkan sebelah alisnya.

“Kau..jangan-jangan” soojung menutup mulutnya.

“Sampai dimana hubungan kalian? Pasti kalian sudah melakukan hal aneh-aneh” soojung menunjuk wajah Chaeyeon.

PLETAK!!

“aw…” soojung meringis akibat jitakan Sooyeon.

“Mesum”

“Mwo? Kan aku tidak salah berkata. Buktinya chae datang-datang tersenyum seperti orang gila” protes soojung.

Sooyeon pun menatap adiknya dengan tajam.

“Apa yang kau lakukan?”

Chaeyeon menanggapinya dengan cengiran. “Hanya makan malam bersama”

“Dan eonnie tau, tadi yoong sangat tampan” Chaeyeon memekik kesenengan.

Kedua kakaknya saling tatap. “Kisseu…?”

Chaeyeon yang tadinya senang kini menatap kedua kakaknya. Dia menggeleng polos sambil berkata. “Belum”

-ooo-

Yoong berdiri di toko bunga sembari merawat bunga baby breath dan yoong menambahkan bunga lily.

“Kalian tampak indah” yoong menatap senang bunga lily.

“Lily”

Yoong menoleh ke belakang didapatnya Chaeyeon berdiri dibelakangnya.

“Chaeyeon” yoong kegirangan melihat Chaeyeon.

“Menanamnya sendiri?”

“Khusus buat Chaeyeon, hihihi” jawab yoong.

“Mau pergi?”

“Mau kemana”

Yoong tampak berfikir mendengar pertanyaan Chaeyeon. “Bagaimana kalau jalan-jalan ke pantai” yoong tersenyum.

“Pantai..”

“Yoong ingin ke pantai” rengeknya.

“Tunggu disini sebentar aku akan meminta izin ke dokter Lee”

Yoong dengan cepat mengangguk.

Chaeyeon setengah berlari menghampiri yoong.

“Ayo”

Yoong menoleh melihat Chaeyeon. “Kemana?”

“Pantai”

“PANTAI” yoong sontak berdiri mendengar kata pantai.

“Siapakan pakaianmu aku jemput 1 jam lagi” ujar Chaeyeon.

Yoong segera masuk ke dalam.

-ooo-

Yoong dan Chaeyeon sampai di pantai Naksan daerah Yangyang di provinsi Gangwon-do. Setelah makan malam mereka berjalan di pantai.

Yoong dan Chaeyeon berdampingan menusuri bibir pantai.

Hening. Mereka sama-sama diam. Chaeyeon tidak bisa melepaskan pandangannya menatap yoong. Chaeyeon merutuki bagaimana bisa setampan yoong bisa autis.

“Apa yoong tampan sampai Chaeyeon melihat yoong terus?” yoong memergoki Chaeyeon yang terus menatapnya.

“Percaya diri sekali” cibir Chaeyeon angkuh.

Yoong melihat Chaeyeon mencibirnya malah tertawa.

Chaeyeon memeluk tangannya, melihat Chaeyeon kedinginan yoong segera melepaskan jaketnya lalu memasangkan ke tubuh Chaeyeon.

“Chaeyeon kedinginan” lalu tersenyum hangat ke Chaeyeon.

Tes..tes..tes..

“Hujan?”

Yoong segera menarik tangan Chaeyeon menuju hotel yang mereka tempati.

Kini tubuh mereka basah kuyub. Jarak hotel dari pantai memang dekat tetapi semakin lama semakin deras.

“Chaeyeon ganti baju duluan, biar yoong menunggu disini”

“Yoong kau basah kuyub, kau saja berganti baju” kata Chaeyeon.

“Chaeyeon saja duluan nanti Chaeyeon sakit”

Saat Chaeyeon ingin protes yoong dengan cepat menarik Chaeyeon ke dalam kamar mandi.

“Yoong tunggu diluar” tandasnya marah seperti anak kecil.

Chaeyeon keluar dari kamar mandi dan segera menyuruh yoong berganti baju.

Selang beberapa menit yoong sudah keluar dari kamar mandi.

“Sudah selesai”

“Hhmm” jawab yoong.

“Yoong..”

“Ne..”

“Pejamkan matamu”

“Buat apa”

“#sudah pejamkan saja, jangan dibuka sampai aku suruh buka mengerti” tandas Chaeyeon.

Chaeyeon berlari kearah dapur diambilnya cake yang sudah dipesannya.

Dengan langkah pelan Chaeyeon mendatangi yoong  membawa kue yang berisikan tulisan. “Happy Brithday”

“Buka matamu” titah Chaeyeon.

Perlahan yoong membuka matanya.

“Selamat ulang tahun Im Yoong. Maaf aku telat” Chaeyeon tersenyum kepada yoong.

“WAAHH” yoong menatap kue didepannya dengan berbinar.

“Lucuu” pekik yoong melihat kue yang bergambarkan disney princess.

“Ayo tiup lilinnya”

“Oke” sahut yoong seperti anak kecil.

Sebelum yoong meniupnya Chaeyeon menarik kuenya menjauh. “Make a wish”

“Ah..yoong lupa” yoong menepuk jidatnya lalu memejamkan matanya untuk meminta permohonan.

“Ya tuhan, gomawo telah memberikan yoong kehidupan yang indah, gomawo telah memberi orang-orang yang menyayangi yoong. Hanya satu permintaan yoong. Yoong mau Chaeyeon bahagia, Chaeyeon senang, Chaeyeon tidak bersedih. Yoong sedih saat Chaeyeon menangis. Mohon kabulkan permintaan yoong”

Chaeyeon kaget mendengar permintaan yoong. Setetes air mata jatuh dipipinya cepat-cepat Chaeyeon menghapusnya.

Setelah membuat permohonan, yoong langsung meniup lilinnya.

“Yeeee” teriak yoong kegirangan. Chaeyeon melihat yoong ikut tersenyum.

“Gomawo” ujar yoong dengan lembut.

Chaeyeon masih tersenyum melihat yoong.

Setelah merayakan ulang tahun yoong. Kini Chaeyeon dan yoong duduk di balkon hotel.

“Chaeyeon”

“Heem” Chaeyeon mendehem sambil menyeruput susunya.

“Gomawo”

Chaeyeon menoleh ke arah yoong. “Bukan kah kau tadi sudah mengatakannya?” Chaeyeon menatap yoong heran.

“Yoong ingin mengatakannya sekali lagi?” jawab yoong tersenyum.

Chaeyeon meletakkan susunya dan diikuti oleh yoong.

“Yoong…” desis Chaeyeon lemah. “Apa kau akan selalu ada untuk ku?”

Yoong menoleh ke Chaeyeon. “Yoong akan selalu ada untuk Chaeyeon” jawabnya tegas.

“Jinjja?”

“Hmm…yoong akan selalu ada buat Chaeyeon”

“Yoong”

“Ne”

“Boleh aku meminta sesuatu kepadamu” Chaeyeon menutup kuat matanya menahan getir didadanya.

“Yoong akan melakukan apa saja buat Chaeyeon”

“Peluk, peluk aku” kata Chaeyeon dengan air mata diwajahnya.

“Chaeyeon kenapa?” yoong menatap gusar Chaeyeon.

“Peluk aku yoong” bibir Chaeyeon bergetar mengatakannya.

“PELUK AKU” pekik Chaeyeon kemudian.

Melihat Chaeyeon menangis hebat yoong segera memeluk Chaeyeon.

“Chaeyeon kenapa?”

Chaeyeon hanya diam.

Tak mendapat jawaban. Yoong semakin erat memeluknya.

“Chaeyeon jangan menangis” pinta yoong.

“Yoong” isak Chaeyeon dipelukan yoong.

“”Yoong…” isakan Chaeyeon semakin pilu.

Melihat dan mendengar Chaeyeon menangis yoong juga ikutan menangis.

“Jangan menangis. Chaeyeon ku jangan menangis” yoong menatap Chaeyeon lembut.

“Chaeyeon ku jangan menangis” yoong menatap lekat-lekat Chaeyeon.

Chaeyeon tersentak. “Apa dia di titik normalnya”

Entah dorongan darimana yoong semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Chaeyeon. Chaeyeon diam tak bergeming.wajah yoong semakin dekat, Chaeyeon semakin jelas menatap wajah yoong. Kini wajah yoong berjarak 1 cm dari wajahnya.

“Aku menyukaimu” hembusan napas yoong menerpa wajah Chaeyeon.

Cup

Bibir yoong sudah mendarat lembut dibibir Chaeyeon. Mulanya yoong hanya menempelkan bibirnya saja selang detik berikutnya yoong menggerakkan bibirnya di bibir Chaeyeon. Chaeyeon sontak menutup matanya. Gerakan bibir yoong yang lembut tidak menuntut membuat Chaeyeon membalasnya. Semakin lama tempo ciuman yoong semakin cepat. Tangan kiri yoong bergerak kearah tenguk Chaeyeon lalu semakin menekan bibirnya ke bibir Chaeyeon. Chaeyeon yang menerimanya merutuk dalam hati. ‘Sial, ciumannya’ Chaeyeon yang semakin terbuai akan gerakan bibir yoong sedikit membalas ciuman dari yoong. Yoong dengan cepat mengeskploitasi bibirnya. Yoong dengan cepat melesakkan lidahnya kedalam mulut Chaeyeon. Di absennya gigi Chaeyeon satu persatu. Lalu menghisap bibir bawah dan atas Chaeyeon. “Sial, sial kenapa dia ahli sekali” batin Chaeyeon lagi. Tak mau kalah dari yoong. Chaeyeon dengan sengaja mengangkat tubuhnya untuk duduk di pangkuan yoong. Tangan Chaeyeon yang tadinya diam meremas habis-habisan kaos yang dipakai yoong, kini sudah beralih ke leher jenjang yoong. Kemudian Chaeyeon menghisap gemas bibir tipis yoong yang menurutnya seksi. Yoong sadar Chaeyeon duduk di pangkuannya malah memeluk Chaeyeon agar semakin dekat dengannya. Tangan kanan yoong yang menganggur beranjak naik ke tubuh Chaeyeon menggrayangi tubuh Chaeyeonyang masih terbalut baju tanpa lengan. Mata Chaeyeon tertutup kini terbuka lebar akibat sentuhan lembut yoong, membuat Chaeyeon meremang. Lalu Chaeyeon menghisap kuat bibir yoong dan sedikit menggigitnya.

“Euunngh” yoong melenguh. Sebuah smirk terukir di bibir Chaeyeon. Yoong sepertinya tidak mau kalah, yoong mulai menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri agar semakin merasakan penuh bibir Chaeyeon.
Chaeyeon juga membalasnya. Decapan demi decapan keluar dari mulut mereka.

Kini Chaeyeon meronta memukul dada yoong. Nafasnya sudah semakin sedikit. “Yoong” desis Chaeyeon tertahan di sela ciuman pertama mereka. Yoong sepertinya tidak mendengarkan permintaan Chaeyeon. Chaeyeon semakin tidak bisa bernafas. “Yoong” desisnya sekali lagi dengan sedikit kuat. Yoong pun menghentikan ciumannya.

Chaeyeon menjauhkan wajahnya dari yoong, Chaeyeon tersenyum lembut ke arah yoong.

“Yoong” panggil Chaeyeon dengan nafas memburu.

“Chaeyeon” sahut yoong. Chaeyeon menangkup wajah yoong untuk menatapnya.

“Boleh aku minta sesuatu untuk mu” Chaeyeon menatap lekat yoong. Yoong mengangguk.

“Jadilah dewasa untuk ku. Jadilah normal untuk ku”

Yoong menatap Chaeyeon bingung.

“Aku ingin kau menjadi suamiku” ucap Chaeyeon tepat dibibir yoong dan mengecup lembut bibir tipis yoong.

Tobe continue

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s