CHAPTER 3 FOOLISH LOVE

image

Cast: IM YOONAN A.K.A YOONA SNSD

JUNG CHAEYEON DIA (II)

JESSICA JUNG A.K.A JUNG SOOYEON

KRYSTAL JUNG A.K.A JUNG SOOJUNG

Rating: +17

Genre: Romance, Life, Sad, Little bit NC

Lenght: Chapter

Author Pov

Sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela kamar hotel yang di tempati Chaeyeon dan yoong.

Perlahan Chaeyeon membuka matanya yang telah di usik sinar matahari dari celah jendela. Setelah matanya benar-benar terbuka Chaeyeon sedikit menguap kecil, di gerakkannya kepalanya sedikit ke atas melihat seseorang yang tengah memeluknya tidur semalaman.

Di elusnya pipi yoong dengan jemarinya membuat si empunya menggeliat pelan. Terkikik geli melihat yoong menggeliat seperti anak kecil. Kemudian ditatapnya yoong dengan lama lalu tersenyum.

Dipeluknya kembali yoong dengan erat dan menggelamkan wajahnya ke leher yoong dan menghirupnya dalam-dalam aroma tubuh yoong. Sebuah ide jahil muncul di fikiran Chaeyeon.

Di kecup-kecupnya kecil leher jenjang yoong. Tak hanya dikecup-kecup. Chaeyeon juga meniup-niup leher yoong sampai yoong menggeliat.

Kembali lagi Chaeyeon tertawa geli melihat yoong menggeliat. Dan lagi Chaeyeon melakukan ide jahilnya.

“Chaeyeon geli” desah yoong.

“Eoh…sudah bangun?” Chaeyeon menjauhkan wajahnya melihat yoong. Tapi yoong masih memejamkan matanya.

“Apa dia mengigau?” Chaeyeon bertanya ke dirinya sendiri.

Chaeyeon tersentak kaget saat yoong memeluk tubuhnya.

“Yoong masih mengantuk” desisnya.

“Tidurlah. Tapi biarkan seperti ini” titah Chaeyeon.

Yoong tidak menjawab, yoong hanya menganggukan kepalanya yang matanya masih terpejam.

***

Chaeyeon Pov

Kulihat yoong keluar dari kamar mandi dengan handuk menggantung di lehernya. Dan langsung saja duduk di meja makan sambil melihat makanan dengan mata berbinar. Ck..ck..ck anak ini batinku.

“Keringkan dulu rambutmu”

“Yoong lapar” sahutnya kemudian diambilnya sumpit dan menyuapkan kemulutnya.

Kulangkahkan kakiku menuju dirinya. Dan ku keringkan rambutnya dengan handuk di lehernya.

“Tak bisakah keringkan rambut dahulu baru makan?” tanyaku.

“Tidak” jawabnya dengan mulut penuh makanan.

Bukannya marah mendengar jawaban acuh tak acuh yoong, aku malah semakin gemas dan kucubit pipinya yang gembung karena mengunyah makanan.

“Appoo” rengeknya layaknya aak kecil.

Kududukan tubuhku tepat dihadapannya. “Rasakan” ejekku. Dan lihat dia malah merengutkan wajahnya. Ah sangat lucu.

Ku topang daguku dengan tangan sambil melihatnya. Pikiranku masih menerawang mengingat kejadian semalam. Aku tidak habis fikir bagaimana bisa dia hampir membuatku gila tadi malam hanya dengan sebuah bibirnya saja. Itu hanya dibibirku saja. Di bibirku saja aku bisa gila bagaimana kalau bibirnya menjamahi seluruh tubuhku. Mungkin aku sudah melayang.

“Yoong sudah selesai”

Kulihat piringnya sudah bersih. Cepat sekali makannya. Dan lihatlah dia makan masih seperti anak kecil yang seluruh mulutnya belepotan.

Aku tersenyum ke arahnya, ku dekatkan wajahku ke wajahnya lalu ku tarik dagunya.

“Mulutmu belepotan”

Ku raup bibirnya yang tipis itu dengan mulutku. Ku jilat mulutnya dengan lidahku. Bukan hanya membersihkan mulutnya aku juga sekalian mencumbui bibirnya. Bibir tipisnya bikin aku sangat gemas. Persetan dengan harga diri ‘ wanita harus menyudahi bukan memulai’ aku tidak peduli, toh diakan menjadi calon suamiku.

Ck, aku tersenyum saat dia mulai mengikuti alur ciumanku. Sedikit demi sedikit dia menggerakkan lidah dan bibirnya, sial. Bibirnya bermain lembut di bibirku. Lalu dia menghisap lembut bibirku, melumatnya lagi. Bibirnya bergerak teratur, membuat bibirku mengikutinya.

Aku tersentak saat dia tiba-tiba menarikku ke pangkuannya.

Sial, aku mengutukmu Im Yoonan. Bibirmu benar-benar membuatku gila. Sengaja kubuka mulutku agar lidahnya menulusuri ke dalam. Dan benar saja, lidahnya langsung menerobos masuk ke dalam. Lidahnya bermain sesuka hati di mulutku.

Aku juga tidak mau kalah. Ku lesakkan lidahku ke dalam mulutnya mengabsen jajaran giginya, dan juga bibir tipisnya ku hisap kuat-kuat sampai sedikit rintihan keluar dari mulutnya.

Dan lihat apa yang dia lakukan. Dia menggerak-gerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri dan juga di tekankan tengkuk ku untuk memperdalam ciuman dan mengulum bibirku lagi.

Aku benar-benar tak tahan. Nafasku habis di buatnya. Padahal aku yang memulai kenapa aku yang kalah.

“Yoong” panggilku tanpa embel embel desahan. Aku tidak mau terlihat kalah darinya.

Sialan dia tidak menanggapinya, kutangkup wajahnya dengan tanganku dan ku lepas secara paksa tautan bibirku dan bibirnya.

Setelah terlepas aku segera mengambil oksigen sebanyak-banyaknya, dia diam menatapku tanpa ekspresi. Bibirnya sedikit terbuka menghembuskan nafas memburunya ke sekitar leherku membuat aku mengernyit.

Manik matanya menatapku tajam. Apa dia di titik normalnya lagi?

“Yoong?” panggilku sedikit ragu. Tatapan tajamnya seakan menelanjangiku sekarang juga.

“Ne…” jawabnya tegas.

Ternyata benar dia berada di titik normalnya, di elus-elusnya leherku dengan ibu jarinya yang seketika membuat tubuhku menegang.

Bahaya kalau dia berada di titik normalnya.

“Chaeyeon” panggilnya yang menatap mataku dengan manik mata hitamnya.

Aku tidak mau menjawab malah aku menatapnya balik. Jarang-jarang aku bisa melihat yoong sedewasa ini.

Kenapa dia terus menatapku. Jangan tatap aku. Aku tidak  tahan melihat tatapanmu.

Wajahnya semakin mendekat ke wajahku sampai hidung kami bersentuhan, disingkirkannya rambutku ke belakang.

Bibirnya mengulum cuping telingaku. Ku tahan degub jantungku yang berdetak tak karuang ini.

“Yoong… Hentikan”

“Ani…” jawabnya ditelingaku sambil mendesah. Kenapa dia harus menjawab di telingaku dengan nada se seksi itu.

“Yoong…”

Entah kapan bibirnya yang tadi di telingaku kini sudah di leherku. Sontak ku remas rambutnya yang masih basah.

Di kecupnya leherku lalu dihisapnya, mungkin sudah ada bercak disana. Bukan hanya mengecup dan menghisapnya dia juga bernafas dileherku sehingga tubuhku semakin menegang di buatnya.

Aku tetap menahan desahan yang sudah mencekat di tenggorokanku.

Tapi…

Perbuatannya membuatku ingin melepaskan desahanku.

Lidah basahnya kini menjilati area leherku. Ku tutup mataku rapat-rapat menahan sensasi dari bibirnya.

“Yoong.. Cukup” kali ini aku benar-benar tak tahan.

“Yoong”

“Yoong… Ssshh”

Desahanku keluar begitu saja, kenapa dia harus mengecupi bagian collarbone ku. Itu area sensitif bagiku.

“Sudah yoong hentikan” pintaku, aku tak mau desahanku semakin banyak keluar.

“Ssssttt”

Apa! Dia menyuruhku diam. Apa dia tak tahu diriku seakan meledak dibuatnya.

“Yoong cukup aku tak tahan”

Kutahan mati-matian desahan mengatakan hal tadi.

Di hentikannya gerakan bibirnya di area leherku. Dan menatapku, bola matanya menggelap.

“Tadi itu apa namanya?” dengan nada dingin dia bertanya.

Kupicingkan mataku menatapnya. apa maksudnya?

“Morning kiss?” jawabku akhirnya.

“Aku ingin seperti ini setiap pagi” tatapannya kini semakin tajam membuatku meremang.

Lalu dengan gerakan cepat di rengkuhnya lagi bibirku. Di kulumnya bibirku dengan lembut.

Bisa gila aku kalau yoong nantinya benar-benar normal. Mulai sekarang yoong masuk dalam kategori mengerikan bagiku. Dia benar-benar sangat mengerikan apa lagi dalam keadaan normalnya seperti ini.

***

“Aku pulang”

Kulihat rumahku sepi. Mereka kemana semua.

“Eonni…”

Tidak ada jawaban. Apa mereka kerja? Batinku.

“Eonni mu sedang keluar?”

Ku tolehkan kepalaku ke sumber suara. Eomma berdiri di ambang pintu kamarnya.

“Oh” ku pasang mimik marahku.

Dengan cepat kulangkahkan kaki ku masuk ke kamar.

“Kemana semalam, kenapa tidak pulang?”

“BUKAN URUSAN MU EOMMA!” teriakku.

“YAA….”

BLAM

Sengaja ku tutup kasar pintu kamar ku dan ku kunci segera.

Ku hempaskan tubuhku ke kasur dan ku tutup telingaku dengan bantal. Teriak-teriakan eomma memanggilku tak mau aku dengar.

DRRTTTT

Ku rogoh kantung bajuku mengambil ponsel.

“Ada apa”

“Keluar dari kamarmu dan segera ke ruang tamu. Kita kedatangan tamu”

“Haruskah aku keluar dan menyambut tamunya. Kenapa bukan appa saja”

“Kau ini tidak bisakah melawan hah?”

PIP

kumatikan secara pihak panggilan tadi.

“Menyebalkan” desisku kesal.

**

Seharian saja aku mengurung diri. Rasanya malas untuk keluar kamar.

“Buat apa mereka pulang” aku berujar sendiri.

Ku hela nafas kasarku. Kulirik ponselku yang tergeletak begitu saja di tempat tidur. Ku ambil ponselku lagi ku buka galeriku.

Senyuman terukir di bibirku, melihat yoong saat tertidur. “Dia seperti anak kecil”

Senyumanku semakin melebar melihat fotoku mencium yoong. “Cih…aku seperti yeoja mesum” tapi aku sangat senang melihat foto ini. Bibir yoong benar-benar membuatku hampir gila kemarin.

Tok…Tok…Tok..

“Chae, kau di dalam? Eonni boleh masuk?”

Kulirik saja pintu kamarku yang di ketuk.

“Mereka sudah pergi”

Kulangkahkan kakiku membuka pintu kamarku. Kudapatkan Sooyeon eonni tersenyum membawa cemilan.

“Tadi tampannya tidak kalah tampan dari yoong”

Aku mengernyitkan keningku. Apa maksudnya?

“Tamu yang tadi?” tanyaku memastikan.

“Hum..jangan mau. Aku tidak mau punya adik ipar yang tidak tampan” ujar Sooyeon eonni dengan santai.

“Aku juga” dari ambang pintu soojung eonni menyahuti.

“Sangat tidak cocok dengan adikku yang cantik ini” soojung mengedip-kedipkan matanya di depanku sampai membuatku tergelak tertawa.

“Jinjja?”

“Hum” sahut mereka berdua.

Tersenyum aku melihat mereka. Setelah itu ku hembuskan nafas kasarku. Bagaimana pun juga difikiranku, aku memikirkan yoong. Dalam 3 bulan?

“Apa yang kau pikirkan chae?”

Aku tersadar saat soojung eonni menjentikan jarinya di depan wajahku.

Sekali lagi aku menghembuskan nafasku.

“Eonni” panggilku lemah.

Mereka tidak menjawab tapi menatapku.

“HYAAA” kuacak-acak rambutku dengan kesal.

Mereka berdua yang tadi menatapku datar kini menatapku aneh.

“Aku baru tahu kalau kita mempunyai dongsaeng aneh” soojung eonni dengan santainya mengatakan itu.

“YA…EONNI”

“salahmu sendiri kenapa bisa menjerit tiba-tiba” selanya.

Ku hembuskan nafasku kasar.

“Eonni tahu 3 bulan?”

“3 bulan membuat yoong normal!”

“Sedangkan tadi appa sudah membawa pengganti yoong ke rumah?”

“Bagaimana dengan yoong?”

“Eoh…eoh…bagaimana?”

Ku acak-acak lagi rambutku frustasi.

“Ck..ck..hanya itu?”

Soojung eonni menatapku sambil memainkan dagunya.

“Santai, tadi aku sudah bilang kau itu tidak waras dan kulihat raut mukanya berubah mendengar hal itu. Jadi soal mengganti yoong jangan kau pikirkan lagi”

Kutatap soojung eonni dengan datar. Bagaimana bisa mulutnya mengatakan aku tidak waras? Kakak macam apa dia.

“Kau harus percaya diri chae”

“Tapi eonni 3 bulan? Ini saja sudah jalan 3 minggu..” ku hela nafasku.

“Kami percaya kau bisa merubah yoong”

Ku tatap kakak ku saling bergantian. “Tapi aku…”

“Cih…sejak kapan aku punya adik pesimis hah” soojung eonni mendelik kepadaku.

Ku rebahkan badanku ke tempat tidur menerawangi langit-langit kamar.

“Kami mendukungmu chae”

Ku tolehkan kepalaku. “Gomawo unniedeul”

**

Author Pov

Berungkali Chaeyeon melirik jam tangannya sembari menggerutu kesal melihat perkuliahaannya tidak selesai-selesai. Pasalnya karena kesibukan tugas kuliahnya. Chaeyeon pun tidak jumpa yoong selama seminggu.

“Chae kenapa kau gelisah?” teman disamping Chaeyeon bertanya.

“Ah..tidak? Lama sekali pulangnya” jawab Chaeyeon.

“Baiklah saya akhiri perkuliahaan ini”

Chaeyeon segera bangkit dengan raut muka bahagia.

“Aku pulang dahulu”

Chaeyeon langsung pamit ke temannya.

“Chae tapi ada…”

“Byeee”

Chaeyeon segera meninggalkan ruangan kelasnya dan menuju ke parkiran.

**

Chaeyeon membuka pintu yang bertuliskan IM YOONAN. Di dapatnya yoong lagi merajut di atas tempat tidurnya.

Saat Chaeyeon melangkahkan masuk ke dalam kamar yoong. Chaeyeon menoleh ke samping, melihat dokter lee memasuki ruangannya, Chaeyeon sedikit berfikir. Lalu di langkahkan kakinya ke ruangan dokter lee.

Tok..Tok..Tok..

“Silakan masuk” perintah dokter lee. Chaeyeon pun masuk ke dalam.

“Oh nona jung, silakan masuk” tawar dokter lee.

“Dokter saya ingin bertanya tentang perkembangan yoong”

“Kebetulan sekali nona jung, aku baru saja memeriksa psikis yoong. Dan saya akui, saya terkejut dalam jangka waktu sebulan grafik yoong naik 8% lebih cepat dari biasanya. Sekarang yoong sudah berada di titik mendekati remaja, dan saya juga terkejut, kali ini yoong lebih sering berada di titik normalnya” dokter lee tersenyum.

“Memang terkadang yoong suka bertingkah seperti anak kecil. Mungkin itu dia belum beradaptasi. Lagi pula itu saya anggap wajar. Orang dewasa pun sering bertingkah seperti anak kecil” jelas dokter lee lagi.

“Begitu ya” Chaeyeon mengangguk-angguk mengerti.

“Kalau begitu saya permisi dulu dokter. Terima kasih informasinya” ujar Chaeyeon.

“Sama-sama nona jung itu memang sudah tugas saya” jawab dokter lee.

**

Chaeyeon melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar yoong.

“Sedang apa?”

Yoong menghentikan kegiatannya. Dilihatnya Chaeyeon sudah duduk di sampingnya.

“Merajut”

“Merajut apa?” Chaeyeon mencodongkan badannya melihat rajutan yoong.

“Chaeyeon jangan melihat dulu, yoong belum selesai, tunggu sebentar ya” titah yoong.

Chaeyeon merengutkan wajahnya lalu melipat tangannya menatap yoong.

“Naahh..sudah selesai”

Teriak yoong senang melihat rajutannya sudah selesai.

“Ini buat Chaeyeon”

Yoong memberikan Chaeyeon sebuah syal dan ujung syal itu bertuliskan nama Chaeyeon sendiri.

“Dan ini buat yoong sendiri”

Yoong mengambil syal yang bertuliskan namanya lalu memeluknya seperti dia memeluk boneka.

Melihat itu Chaeyeon mengkerutkan keningnya. Di ambilnya syal milik yoong.

“Ini buatku dan ini buatmu” Chaeyeon memberikan syal yang bertuliskan namanya kepada yoong.

“Chaeyeon memberikannya kepada yoong?”

“Hmm”

Chaeyeon mengacak rambut yoong dengan melihat yoong bertanya layaknya anak kecil.

“Mau ke Mall?”

“Mall? Mau mau mau” yoong bangkit dari duduknya kemudian lompat2 membuat Chaeyeon tersenyum melihat tingkah yoong.

**

“Chaeyeon… Yoong ingin menaiki itu” yoong merengek menunjuk kuda2 di tempat bermain.

“Yoong.. Kau sudah besar” bisik Chaeyeon.

“Ahh..yoong mau menaikinya” yoong semakin merengek.

Chaeyeon menatap yoong dengan muka memelas. Dilihat disekelilingnya semuanya berbisik-bisik.

“Yoong ayolah kita dilihatin orang. Kau tidak boleh menaikinya itu untuk umur 5 tahun yoong” bujuk Chaeyeon.

Yoong memperlihatkan puppy eyesnya ke Chaeyeon berniat membujuk Chaeyeon. “Tidak yoong tidak. Jangan tunjukan puppy eyesmu” tandas Chaeyeon.

“Tapi yoong mau…” rengeknya lagi.

“Kita makan es krim saja bagaimana?” Chaeyeon mengedip-ngedipkan matanya.

“Ya..ya mau kan? Yoong mau es cream kan?” tawar Chaeyeon.

Yoong terlihat berfikir mendengar tawaran Chaeyeon.

“Huumm…baiklah tapi yoong mau 3 rasa” yoong melipat tangannya dan membuang mukanya.

“Cih…arraseo”

Chaeyeon menarik yoong menjauh dari area bermain.

**

“Bagaimana?”

“Hum enak” dengan lahapnya yoong memakan es cream nya.

“Jangan terburu-buru es creamnya tidak akan pergi kemana-mana” tangan Chaeyeon mencubit yoong dengan gemas. “Kau benar-benar lucu” ujar Chaeyeon senang.

“Sebentar ya aku ke kamar mandi dulu”

Chaeyeon melangkahkan kakinya ke kamar mandi.

BRUK!
tidak sengaja Chaeyeon menabrak pengunjung lain saat menuju ke tempat duduknya. Chaeyeon yang sibuk membenarkan roknya disaat dia berjalan sampai2 dia tidak tahu kalau dia menabrak orang lain.

“Maaf”

Ucap Chaeyeon cepat.

“Chae…”

Chaeyeon mendongakkan wajahnya melihat orang itu memanggilnya.

“Chaeyeon? Jung Chaeyeon?” tanya orang itu sekali lagi.

“Ne…eehh nuguseyo” Chaeyeon melihat seseorang di depannya. Chaeyeon berusaha mengingat orang di depannya.

“Choi Tae Joon! Taejoon sunbae!” Chaeyeon sedikit terkejut mendengar namanya.

“Hahaha ya…wah kau semakin cantik chae” wajah Chaeyeon tiba-tiba merona mendengar ucapan sunbaenya.

“Sunbae bisa saja” balas Chaeyeon malu-malu.

“Itu fakta. Dari dulu kau memang cantik chae” Chaeyeon semakin malu mendengarnya.

Chaeyeon tidak percaya akan berjumpa lagi dengan sunbae yang dia sukai saat SMA. Di tatapnya sekilas sunbaenya. “Dia tampan” batin Chaeyeon.

“Dengan siapa? Sendirian?” tanya taejoon.

“Tidak sunbae..aku tidak sendirian” Chaeyeon menyelah.

“Hah…aku tahu pasti dengan kekasihmu kan?” taejoon tersenyum melihat Chaeyeon.

“Eh…kekasih?” desis Chaeyeon. Lalu Chaeyeon melihat yoong sedang fokus memakan es creamnya.

“Haaaa hehehe”

Chaeyeon tidak bisa menjawab hanya tertawa kikuk yang keluar dari mulutnya.

“Sunbae sendiri?” Chaeyeon bertanya balik.

“Sendirian chae..ah jangan panggil sunbae. Ini tidak di lingkungan sekolah” titah taejoon sambil menatap Chaeyeon.

“Jadi…” Chaeyeon memasang ekspresi bingun.

“Panggil saja oppa” tangan taejoon mengacak rambut Chaeyeon.

“Dari dulu kau tidak pernah memanggilku oppa selalu memanggilku sunbae” lanjut taejoon lagi.

Chaeyeon menahan degub jantungnya. Taejoon mengacak rambutnya. Pikiran Chaeyeon menarawang. Mengingat dulu dia sering berfantasi sunbaenya mengacak rambutnya.

“Sunbae kau merusak rambutku” Chaeyeon tersadar kemudian kesal ke Chaeyeon.

“Hahaha…kau sangat lucu” sudah mengacak rambut Chaeyeon sekarang taejoon mencubit keduan pipi Chaeyeon dengan pelan.

Di sisi lain.

Yoong menekan-nekan sendoknya kesal ke mangkuk es cream. Yoong dapat melihat jelas Chaeyeon berbincang dengan orang lain.  Apa lagi orang itu mengacak rambut dan mencubit pipi putih Chaeyeon.

Yoong semakin kesal melihatnya, di masukkannya sendok es creamnya ke dalam mulutnya, yoong tidak hentinya mendengus kesal melihat Chaeyeon berbincang senang kepada orang lain.

Yoong buru-buru menundukkan kepalanya melihat Chaeyeon menoleh ke arahnya. Setelah itu yoong melihat ke arah Chaeyeon kembali. Yeoja itu tidak tahu sama sekali kalau yoong meliriknya kesal.

“Maaf lama”

Yoong tak bergeming. Dia makan es creamnya dengan diam.

“Yoong…” panggil Chaeyeon.

Yoong tetap diam tak mau menjawab panggilan Chaeyeon.

“Kau kenapa” Chaeyeon menatap yoong bingun.

“Mau pulang” yoong meletakkan sendoknya dengan kasar lalu berjalan keluar.

Chaeyeon menatap yoong bingung. “Dia kenapa?” Chaeyeon bertanya ke dirinya sendiri.

**

Sepanjang perjalanan pulang yoong diam tak mau mengubris pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulut Chaeyeon.

Chaeyeon semakin bingung melihat tingkah yoong. Niatnya mengantar yoong ke tempat rehabilitasinya berubah di beloknya mobilnya menuju rumahnya.

Yoong tahu Chaeyeon membelokkan mobilnya ke arah lain. Ini bukan arah menuju ke tempat rehabilitasinya. Tapi yoong lebih memilih diam.

“Ayo turun” perintah Chaeyeon.

Yoong bingung melihat rumah dihadapannya.

Chaeyeon mengetuk-ngetuk kaca mobilnya. Melihat yoong diam saja.

“Ayo turun” perintah Chaeyeon lagi.

Yoong pun ragu-ragu turun dari mobil dan mengikuti Chaeyeon dari belakang.

“Minumlah dulu”

Chaeyeon menawarkan susu ke yoong.

Yoong tetap diam, diambilnya gelas berisi susu dan diminumnya tanpa berkata-kata.

Chaeyeon semakin tak tahan melihat tingkah yoong. Di tariknya gelas yang menempel di bibir yoong lalu di letakkannya di meja.

“Kau kenapa sih” pekik Chaeyeon tak sabar.

Mendengar pekikan Chaeyeon, yoong menoleh kemudian menatap Chaeyeon. Awalnya menatap datar Chaeyeon lalu di lipatnya tangannya dan membuang muka tak mau menatap Chaeyeon.

“HYAA..YOONG KAU KENAPA?” Chaeyeon geram melihat tingkah yoong.

“Yoong marah” jawab yoong singkat.

“Marah kenapa?” Chaeyeon menatap yoong bingung.

“Chaeyeon terlihat bahagia berbincang dengan seseorang”  sahut yoong.

Chaeyeon semakin bingung mendengarnya. Sedetik kemudian Chaeyeon melebarkan matanya. Apa dengan taejoon sunbae?

“Dengan taejoon oppa?” Chaeyeon sengaja mengganti sunbae menjadi oppa.

“Oppa…Chaeyeon memanggilnya oppa?” lirih yoong dingin.

“Kau cemburu?” Chaeyeon menatap yoong dengan smirknya.

“Aniyo!” dengan cepat yoong memalingkan mukanya.

“Yoong cemburu?” di tekan-tekannya pipi yoong.

“Ani” yoong tetap bersikukuh.

Sedetik kemudian gelak tawa keluar dari mulut gadis ini. Chaeyeon tertawa dengan puasnya melihat yoong cemburu.

“Yoong… HAHAHA…HAHAHA” Chaeyeon tak bisa menghentikan tawanya.

“Jangan tertawa” titah yoong.

Chaeyeon tetap tertawa, tapi dia berusaha menahan tawanya. “Tadi itu sunbaeku, waktu di SMA yoong” jelas Chaeyeon menahan tawanya.

Yoong diam tak mau mengubris.

Sebuah ide jahil terlintas dipikiran Chaeyeon.

Di gelitiknya pinggang yoong. Sampai yoong tertawa.

“Chae….hahaha…sudah…geli” yoong kewelahan menahan tangan Chaeyeon.

“Hayoo ngaku. Cemburu kan?” Chaeyeon semakin menggelitik yoong.

“Hahaha…Chaeyeon… Geli…hahaha” keluh yoong sambil tertawa. “Sudah…Chaeyeon… Hahaha” yoong tak tahan menahan geli saat pinggangnya di gelitik.

BRUK!

tubuh yoong dan Chaeyeon jatuh dari sofa. Saat yoong berusaha menahan tangan Chaeyeon, tetapi Chaeyeon berontak sampai yoong menagkup tubuhnya tapi Chaeyeon menggulingkan badannya. Hingga mereka jatuh bersamaan.

Chaeyeon menghentikan gerakannya melihat dia sudah berada di atas yoong. Yoong tengah memeluk pinggangnya. Jarak wajah mereka sangat dekat.

Chaeyeon tersentak saat yoong semakin merengkuh tubuhnya semakin erat. Sebuah lengkungan senyuman terukir di bibir yoong.

“Aku cemburu”

DEG

Chaeyeon terkejut mendengar kata barusan yang keluar dari mulut yoong. Darahnya berdesir seketika. “Aku bisa gila” batin Chaeyeon.

CUP

yoong mendaratkan bibirnya ke bibir Chaeyeon. Selanjutnya di gerakannya bibirnya melumat bibir Chaeyeon. Di kulumnya bibir Chaeyeon dengan lembut membuat Chaeyeon ingin membalas ciuman lembut dari yoong. Chaeyeon semakin terbuai dengan ciuman lembut dan tidak menuntut dari yoong. Tangan kanan yoong menekan tengkuk Chaeyeon. Agar memperdalam ciumannya. Chaeyeon juga tak mau kalah di tempatkan tangan mungilnya ke pipi yoong berniat memperdalam ciuman.

Yoong perlahan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Chaeyeon, Chaeyeon dengan suka rela membuka mulutnya mempersilakan lidah basah yoong bergerak di dalam mulutnya.

Decapan demi decapan keluar dari mulut mereka. Menghisap, mengulum berulang kali.

Tubuh Chaeyeon tiba-tiba menegang saat yoong tengaj menulusuri pahanya. Chaeyeon tak mau kalah juga. Kini tangan Chaeyeon bergerak dari pipinya masuk ke dalam kaos yoong meraba abs-abs  kecil yoong.

Seseorang telah menganga melihat ke jadian di hadapannya. Jung soojung menatap kejadian dihadapannya dengan raut muka tak percaya. Di kerjap-kerjapkan matanya. Berusaha tidak nyata di lihatnya, tapi itu sia-sia. Soojung menarik nafasnya.

“SOOYEON EONNI…LIHATLAH ADIK MU INI” teriakan nyaring soojung menggema.

Sooyeon yang baru masuk ke rumah tersentak kaget mendengar teriakan nyaring saudaranya. Apalagi yoong dan Chaeyeon yang sedang…

Tobe Continue….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s