CHAPTER 3 MY HANDSOME DEVIL

image

Cast: Im Yoonan a.k.a Yoona Snsd

Jung Chaeyeon DIA (II)

Genre: kekerasan, hurt, NC

Rating: +20

Chaeyeon Pov

Sungguh, aku tak tahu harus bersikap bagaimana ketika dihadapan yoonan. Kenapa dia memperlakukanku seperti itu? Dia berubah, dan ya tuhan…aku benar-benar tak mengerti apa yang terjadi dengannya.

Saat ini aku sedang melihatnya berkumpul bersama ahjussiku. Sedangkan aku sendiri bersama dengan yebin. Yoonan sesekali melihat ke arahku dengan tatapan yang sulit diartikan, sungguh, aku jadi salah tingkah karena nya.

“Well…sepertinya hubungan kalian membaik” ucap yebin.

“Hubungan kami memang baik, yebin” aku mencoba tersenyum.

“Sekarang, tapi tidak dulu. Coba lihat, dia sesekali memandangmu seakan ingin memakanmu hidup-hidup” yebin menggodaku.

“Kau berlebihan”

Dan yebin tertawa. Mungkin dia menertawakan wajahku yang sudah semerah tomat.

“Chae, kuharap kau bahagia dengannya. Tapi aku penasaran, bagaimana hubunganmu dengan taejoon oppa?”

Pertanyaan yebin membuatku tertegun. Bagaimana dengan taejoon oppa? Kenapa aku tidak memikirkannya sedikitpun saat aku berada di dekat yoonan.

“Aku tidak tahu?” ucapku pasrah.

“Kau masih berhubungan dengan taejoon oppa?”

“Tentu saja yebin, dia kekasihku, aku mencintainya”

“Tapi kau sudah memiliki yoonan oppa, chae”

“Yoonan juga memiliki yeoja lain selain aku, yebin”

Yebin menggelengkan kepalanya. “Sungguh, aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian. Kalian terlihat baik-baik saja, bahkan tatapan matanya seakan menunjukkan jika hubungan kalian sangat panas” yebin berkata sambil terkikik geli.

“Panas kau bilang?” aku mencubit lengan yebin, bisa-bisanya dia menggodaku.

“Chae..”

Ya tuhan..hampir saja aku terlonjak karena terlalu terkejut dengan suara yoonan yang berada tepat di belakangku. Bukan karena panggilannya, tapi karena suaranya yang terdengar serak membuatku sedikit merinding.

“Ne..!” aku membalikan tubuhku dan mendapati tubuhnya tepat menjulang tinggi dihadapanku.

“Apa aku mengganggumu?”

“Aniyo yoong…ada apa?”

“Aku ingin keluar sebentar, apakah tidak apa-apa?”

Ada apa dengannya? Bukankah biasanya dia keluar masuk sesuka hatinya? Kenapa saat ini seakan dia ingin meminta izin dariku?

“Tidak masalah..pergilah?”

“Aku hanya sebentar chae..”

“Aku tahu..”

Lalu tanpa kuduga dia mendaratkan bibirnya tepat dibibirku…mengecupnya lembut. Ya tuhan…aku tak bisa bernafas.

“Tunggu aku, jangan tidur dulu” bisiknya tepat di telingaku. Astaga…pesan sensualnya benar-benar membuat pipiku memerah, untung saja yebin sudah meninggalkanku tadi saat yoonan menghampiriku. Lalu kemudian kulihat dia pergi begitu saja. Sebenarnya kemana dia?

***

Yoonan Pov

Saat ini aku sedang berada di sebuah di jeonju. Tzuyu tadi menghubungiku, dia menyusulku kemari dan saat ini sedang menungguku di sebuah kamar do hotel ini.

Kamar 202, aku mengetuk sebentar, lalu tak lama kemudian seorang yeoja cantik keluar hanya mengenakan kimono tidurnya.

Tzuyu menarikku masuk ke dalam kamarnya. Tanpa banyak bicara dia menyerang bibirku dengan bibirnya.

“Aku merindukanmu oppa..sangat merindukanmu” ucapnya di sela-sela desahannya.

Aku menegang seketika, tzuyu memang sangat hebat dalam mencium, hanya dengan ciumannya saja dia mampu membuatku menegang. Padahal baru beberapa jam yang lalu aku bercinta dengan panas bersama Chaeyeon di dalam bath up kamar mandi.

Chaeyeon, setelah mengingat nama itu, semuanya terasa hambar. Aku menjauhkan tzuyu dari tubuhku, dan menatapnya dengan tatapan tak suka.

“Kenapa oppa?”

“Kau..perlu sesuatu? Kenapa kau menyusulku kemari?”

“Aku merindukanmu oppa..”

“Tzuyu..kupikir sebaiknya tidak disini” aku mencoba menghindarinya.

“Yoonan oppa..kau menolakku?”

“Tidak sayang…”

“Kau menolak ku. Aku menyusulmu ke jeonju dan ini yang aku dapatkan? Sebuah penolakan?” teriaknya tak percaya dengan apa yang kulakukan.

Astaga…apa aku sudah gila? Aku tak pernah menolak yeoja di atas ranjang apalagi jika yeoja itu kekasihku yang seksi. Tanpa banyak bicara, aku mencumbunya kembali. mendorong tubuhnya mundur hingga terjembab di atas ranjang. Aku menindihnya, melumat bibirnya hingga aku kembali menegang seketika. Saat itu juga aku menurunkan celanaku dan kutenggelamkan diriku ke dalam dirinya. Ini nikmat, tapi tentu saja ta senikmat bersama Chaeyeon.

Chaeyeon!! Lagi-lagi nama itu terngiang di kepalaku. Dengan frustasi aku bergerak secepat mungkin.

“Chae…aku tak dapat menahannya lagi..!!” racauku dengan tak sadar, lalu meledaklah aku di dalamnya…sial..benar-benar nikmat.

Aku tersungkur lemas di sebelah tzuyu, tak mempedulikan tzuyu yang menatapku dengan tatapan membunuhnya. Aku mengernyit, apa aku berbuat salah?

“Apa ada masalah, baby?” tanyaku padanya.

“Kau keterlaluan!” ucapnya sambil berdiri dan merapikan kimono tidurnya.

“Apa yang kulakukan?”

“Kau bercinta seakan-akan bercinta dengan seorang pelacur. Aku kekasihmu oppa, bukan yeoja yang kau bayar untuk memuaskan nafsumu. Kau jahat, kau memperlakukanku dengan kasar kau bahkan menyebut nama yeoja itu di sini..saat berada di dalam tubuhku…!!”

“Sh*t!! Apa aku melakukan itu? Apa aku menyebut nama Chaeyeon tadi?” Aku bertanya-tanya dalam hatiku.

“Pergilah..aku ingin sendiri..”

“Tzuyu..”

“Pergilah oppa..!” teriaknya lagi. Aku tak dapat berkata apa-apa lagi ketika dia sudah marah. Tzuyu yeoja keras kepala, dan aku tak ingin memperkeruh keadaan ketika ia sedang marah padaku. Lebih baik aku mengalah.

***

Aku sampai di rumah yebin tepat jam 1 malam. Disini sangat sepi. Saat aku membuka pintu, di dalam masih ada orang tua yebin yang masih berbincang-bincang.

“Yoong.. Kau baru pulang? Sapa eomma yebin.

“Ne..ahjumma. Maaf tadi aku bertemu dengan salah rekan kerja”

“Oh, tentu saja sayang. Kau pengusaha muda yang memiliki jam padat. Aku bahkan heran, saat tahu kau meluangkan waktumu menemani Chaeyeon kesini”

Aku tersenyum. “Aku hanya tak ingin melihat istriku bersama namja lain, ahjumma” ahjumma dan ahjussi tertawa renyah.

“Ne..kami tahu, bagaimana pun juga kalian masih pengantin baru?” aku tersenyum ahjussi mencoba menggodaku.

“Kami menunggu bayi mungil dari kalian” ucap ahjumma, dan lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum padanya.

Tentu saja…secepatnya aku akan membuat Chaeyeon hamil dan mengakhiri hubungan ini.

***

Aku membuka pintu kamar kami dan mendapati Chaeyeon tidur meringkuk di ujung ranjang. Dia mengenakan lingerie seksi berwarna hitam. Astagaa..hanya melihatnya seperti itu saja membuatku menegang kembali.

Aku naik ke atas ranjang. Aku mencoba tak tergoda oleh Chaeyeon. Tapi sial!! Nafsuku yang besar tentu membuat semuanya memburuk aku mengecupi wajah lembut Chaeyeon. Mengecupi pundaknya yang sedikit terbuka.

Chaeyeon mengerang dan dia membuka matanya. “Yoong..” panggilnya dengan terkejut. Saat bibirnya terbuka, aku melumatnya habis, membuatnya terengah dengan ciuman sensualku.

“Ku bilang jangan tidur, chae.. Tunggu aku..” bisik ku pelan. “Aku ingin bercinta dengan mu, menyatu dengan mu, dan mengubur dalam-dalam diriku di dalam tubuhmu” lanjutku lagi dengan suara yang sangat serak.

“Lakukanlah…yoong” ucapnya pasrah.

Aku membalik tubuhnya cepat hingga ia berada di bawahku. Lalu tanpa banyak bicara, aku menyatukan diri dengw Chaeyeon, mengubur diriku semakin dalam di dalam tubuhnya. Dia memekik tertahan karena kejantananku yang menghujamnyan tiba-tiba.

Sh*t!! Aku bahkan tak bisa menggerakan diriku di dalam sana. Semuanya terasa erat mencengkeramku, menghisapku, seakan tak memperbolehkanku bergerak leluasa, ini sangat sempurna, kenikmatan yang tak pernah kudapatkan dari yeoja lain.

“Chae, a…aku akan bergerak” kataku menahan gairah.

“Yahhh…” jawabnya dengan mendesah. “Bergeraklah yoong..oh astaga” dia terengah-engah

Damn!! Pemandangan wajah penuh kenikmatan yang di pancarkan Chaeyeon benar-benar membangkitkan seluruh gairahku. Aku mulai bergerak pelan, di dalam sana sangat sempit.

Chaeyeon mendesah nikmat, bibirnya yang sedikit terbuka membuatku tak kuasa menahan diri untuk mencumbunya. Aku mengcekeram dagunya, mengarahkannya padaku lalu segera menikmati bibir tipisnya itu. Ciuman yang sangat lembut tanpa menghentikan pergerakanku di bawah sana.

“Apa kau menikmatinya, baby?” tanyaku dengan parau.

“Aahh…” hanya itu yang dapat ia ucapkan.

“Begitupun dengan ku” kataku lalu kembali melumat habis bibirnya, bibir yang kudamba…mencumbunya tanpa habis hingga kami berdua tiba pada pelepasan kami secara bersamaan.

***

Aku melihat Chaeyeon yang wajahnya tampak pucat, dia juga tak nafsu makan. Ada apa dengannya? Apakah ia sakit?

Ini sudah 2 bulan sejak kami menghabiskan malam di rumah yebin, di jeonju. Hubungan kami mulai membaik. Bagaimana mungkin aku mengacuhkannya, jika tiap malam dia selalu membuatku mendesah karena nikmat.

Tujuanku masih sama, membuatnya hamil lalu aku mendapatkan warisan dari appaku. Tapi sampai saat ini Chaeyeon belum juga hamil.

Pagi ini kami akan makan pagi bersama, ketika tiba-tiba aku melihat Chaeyeon membungkam mulutnya dengan tangannya, lalu berlari ke kamar mandi di dekat dapur. Ada apa dengannya? Saat aku menyusulnya, dia sedang memuntahkan seluruh isi perutnya.

“Kau tidak apa-apa, chae?” tanyaku selembut mungkin, sambil mengusap punggungnya.

Chaeyeon membersihkan wajahnya lalu menghadapku, wajahnya benar-benar pucat.

“Tidak apa-apa, aku hanya…” dia tak melanjutkan kata-katanya ketika tubuhnya tiba-tiba limbung dan terjatuh begitu saja dalam pelukanku.

Chaeyeon pingsang….

Tobe continue…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s