CHAPTER 1 YOU’RE THE BEST

image

Cast: Im Yoona (male) Snsd

Jung Chaeyeon (female) DIA

Main Cast: Choi Yebin (Male) DIA

Jeon Somi (Male) Eks. I.O.I

Jeon Jungyeong (Male) Twice

Kim Dahyun (male) Twice

Ki Heehyun (Male) DIA

Genre: Family, Marriage Life, Romance, Sad

Lenght: ThreeShoot

Rating: General

.
.
.

Author Pov

Sinar mentari yang menerobos lewat jendela membuat seorang yeoja yang sedang tertidur pulas itu terganggu. Ia menggeliat lalu menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya. Bagi Chaeyeon hari minggu adalah hari untuk untuk bermalas-malasan seharian. Ia menghela napas kasar lalu menoleh ke samping. Chaeyeon tersenyum saat melihat
wajah damai seseorang yang sudah 5 bulan ini selalu menemani tidurnya. Ia amati wajah rupawan milik suaminya, benar-benar tampan dan menggemaskan.

Setelah puas mengamati wajah tampan suaminya, Chaeyeon turun dari tempat tidurnya, ia berjalan ke kamar mandi membasuh wajahnya. Seperti ibu rumah tangga lainnya. Chaeyeon harus menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Setelah 30 menit berkutat dengan urusan dapur, akhirnya Chaeyeon tersenyum cerah melihat hasil karyanya. Chaeyeon melihat jam dinding yang ada di dapur 07.30, suaminya belum bangun.

“Pagi baby” sapa yoona sambil mendekat lalu mengecup bibir Chaeyeon, membuat Chaeyeon terdiam dan pipinya bersemu merah.

“Pagi oppa” jawab Chaeyeon sambil berusaha mengontrol dirinya, jantungnya berdetak tak karuan.

Yoona tak bisa menahan senyumnya melihat wajah memerah Chaeyeon.

“Eh, oppa mau kemana?” tanya Chaeyeon sadar saat yoona memakai pakaian formal.

Yoona tersenyum menatap Chaeyeon yang mengernyitkan dahinya dan menunggu jawaban darinya. Lalu pandangannya jatuh
Ke atas meja makan, ia menatap sendu pada masakan yang sudah
susah payah istrinya buat.

“Ada beberapa hal yang harus aku urus mengenai lanjutan proyek dengan perusahaan jepang itu. Jadi aku akan keluar bersama Jungyeong hari ini untuk mengurus semuanya” ucapan yoona membuat Chaeyeon menghela napas kasar. “Mian chae, aku tak bisa memakan sarapan buatanmu. Aku sudah di tunggu. Jaga rumah baik-baik. Aku berangkat” yoona mengelus puncak kepala Chaeyeon lalu mencium keningnya.

Chaeyeon masih bergeming sambil menatap punggung yoona
yang menjauh.

“Oppa! tunggu!” Chaeyeon berlari kecil menuju perkarangan rumahnya.

Yoona yang hendak membuka pintu mobil menyerit melihat Chaeyeon berlari ke arahnya. “Ada apa?” tanyanya khawatir.

Chaeyeon dengan napas terengah-engah menyodorkan kotak bekal
pada yoona. “Aku tidak mau tau, oppa harus menghabiskan ini. Entah oppa akan memakannya di jalan atau sedang rapat dengan rekan kerja oppa” ujar Chaeyeon membuat yoona terkekeh.

“Tidak mungkin aku memakannya sambil menyetir atau saat rapat. Jangan khawatir aku akan menghabiskan ini. Gomawo” yoona menghapus keringat di dahi Chaeyeon dengan sapu tangannya. “Aku berangkat” yoona mengecup bibir Chaeyeon.

“Hati-hati oppa!” teriak Chaeyeon sambil melambaikan tangannya.

Chaeyeon menghembuskan napas kasar. Suaminya itu sangat sibuk,
Yoona bahkan tak sempat sarapan, itu sering kali terjadi. Chaeyeon melangkah dengan lemas ke dalam rumahnya. Mereka menikah karena perjodohan, tapi mereka menikah tidak dengan terpaksa. Hubungan mereka juga baik. Chaeyeon menatap nanar masakannya. Siapa yang akan menghabiskannya? Chaeyeon mengeluarkan ponselnya, membuka aplikasi line dan mengirim pesan pada 2 orang yang dipastikan akan menghabiskannya.

From Hyun & Bin

“Kalian berdua sudah sarapan? Aku memasak banyak. Datanglah jika ingin mencobanya.

Setelah pesannya terkirim dan melihat notifikasi pesan sudah dibaca, tanpa melihat balasannya, Chaeyeon segera berjalan ke kamar.

***

Ting Tong

Chaeyeon yang sudah bersiap. Segera membuka pintu rumahnya.

“Annyeong, kakak ipar” sapa mereka berdua kompak. Chaeyeon tersenyum.

“Masuklah, bersikaplah seperti biasanya” Chaeyeon membuka lebar pintu rumahnya.

“Kenapa sepi? Yoona hyung tidak ada di rumah? Aku tidak melihat mobilnya di depan” tanya Heehyun sambil mengedarkan pandangannya.

“Apa yoona hyung pergi bekerja?” tanya yebin.

Chaeyeon yang ada di belakang mereka mengangguk. “Itulah alasan mengapa aku menghubungi kalian. Ayo ke ruang makan” ajak Chaeyeon.

“Waw. Kau memasak sebanyak ini? Aku jadi lapar” ujar Heehyun saat melihat banyak makanan.

Yebin mencibir sambil menarik kursi. “Kau selalu lapar jika melihat makanan hyung” ujarnya lalu duduk.

“Selamat makan!” seru mereka.

Heehyun dan yebin tidak mau bertanya banyak hal. Mereka sudah paham akan setuasi yang terjadi.

“Setelah ini kau mau kemana chae?” tanya Heehyun sambil membantu Chaeyeon membawa peralatan kotor.

“Tidak kemana-mana, aku harus membersihkan rumah. Taruh disana saja oppa biar aku mencucinya”

“Tidak apakan jika kami yang mencucinya. Kau sudah berbaik hati sudah memberikan kami makanan gratis” ujar yebin yang mulai menggulung kemejanya.

Heehyun mengangguk dan ikut bergabung dengan yebin. “Kau bisa mengerjakan yang lainnya. Percayakan tugas ini pada kami” ujar Heehyun

Chaeyeon tersenyum, merasa terharu dengan sikap 2 namja itu. “Baiklah, aku akan membuat jus untuk kalian berdua. Jus buah sirsak. Call!”

“Call!” koor HyunBin membuat Chaeyeon terkekeh.

“Aku ke kamar dulu untuk mengambil pakaian kotor. Hati-hati jangan sampai sabunnya mengenai mata kalian”

“Ne chae-ya. Kau tenang saja” ujar yebin sambil mengedipkan matanya membuat Heehyun memukul kepalanya.

“Aissh, sakit hyung. Busanya mengotori rambutku tahu!” kesal yebin

Heehyun mencibir. “Dia kakak ipar
kita bodoh. Lupakan perasaanmu
itu” ujarnya.

“Kalau kau jadi aku, kau juga akan
melakukan hal yang sama hyung. Melupakan seseorang yang kita sukai itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Butuh proses” ujar yebin.

Heehyun tertawa dengan keras membuat yebin mendengus kesal.

“Hahahaha…”

“Memangnya apa yang lucu huh!”
Kesal yebin.

“Aigoo. Aku tidak tahu kalau kau akan semelow itu bin. Kau sudah besar rupanya” cand Heehyun.

“Matamu buta ya hyung” kesal yebin sambil berkacak pinggang.

Heehyun benar-benar tidak bisa menahan tawanya melihat wajah merajuk yebin.

“Hahahaha…”

Chaeyeon yang kebetulan lewat sambil membawa pakaian kotor tanpa sengaja mendengar pembicaraan mereka.

***

“Ya ampun chae. Apa kau sering mencuci sebanyak ini?” tanya Heehyun.

Yebin yang berada dibelakangnya sambil membawa gantungan pakaian menyahut. “Ini belum seberapa hyung. Kau tahu, dia suka mencuci pakaian malam-malam juga” ujarnya.

Chaeyeon hanya tersenyum dan kembali melanjutkan kegiatannya
menjemur pakaian.

“Kenapa kau tidak laundry saja? Atau minta seseorang untuk mencucinya. Yoona hyung mampu
untuk membayar 100 pelayan untuk mu” cecar Heehyun.

“Aku sendiri yang menginginkannya tidak ada pelayan di rumah ini. Selama aku bisa mengurusnya sendiri tak apa” ujar Chaeyeon.

Yebin tersenyum tipis. “Khas seorang jung chae- ah maksud ku Im Chaeyeon” yebin menggaruk kepalanya.

Heehyun hanya menggeleng pelan. “Beruntungnya yoona hyung
memiliki istri sepertimu Chaeyeongie. Apa kau punya teman sepertimu juga kenalkan padaku, aku akan jadikan istri” ujarnya membuat yebin melemparnya batu kerikil ke hidungnya.

“Aw, yak. Choi Yebin!” kesal Heehyun. “Kau membuat hidung berhargaku
luka tahu!” sambungnya.

“Tak kusangka kau lebih narsis dari Jungyeong hyung” gumam yebin membuat Heehyun mendengus.

Chaeyeon dan yebin tertawa melihat orang yang lebih tua di antara mereka marah.

“Sepertinya aku tahu alasan kalian dulu pernah berkencan” gumam Heehyun.

***

“Taraa! Jus sirsak dan kue red velvet datang!” seru Chaeyeon.

Heehyun dan yebin langsung bersorak senang.

“Kapam kau membuatnya chae?”
Tanya Heehyun setelah menelan kuenya.

“Em, sedari tadi kau sibuk” sahut yebin.

“Tadi sore. Bagaimana enak?” tanya Chaeyeon.

“Em, selain pintar masak. Kau juga pintar membuat kue” ujar Heehyun membuat Chaeyeon terkekeh.

Yebin mencibir sambil mendorong dahi Heehyun. “Tsk. Kau pikun ya hyung. Chaeyeon itu chef patiser hyung. Pastilah dia pintar membuat kue”

“Ya! Bocah kurang ajar. Aku lebih tua darimu, huh!” kesal Heehyun.

“Chae-ya, sepertinya aku harus pamit. Ini sudah siang. Aku ada janji dengan dahyun” ujar yebin.

“Ah, kenapa kau tidak mengajak dahyun sekalian” Chaeyeon berdiri dari duduknya.

“Dia masih tidur chae-ya. Kau seperti tidak tahu saja kebiasaannya” ujar yebin.

“Aku juga harus pamit chae-ya. Ada lagu yang harus ku selesaikan” ujar Heehyun.

“Ne, gomawo untuk hari ini” Chaeyeon mengantar kedua tamunya. “Eh? Kau naik motor?” tanya Chaeyeon kepada yebin.

Yebin tertawa pelan. “Kenapa, kau
ingin memboncengku?”

Chaeyeon tersenyum. “Lain kali?”
Ujarnya.

“Aku duluan ya! Gomawo untuk makannya! Salam untuk yoona hyung!” Heehyun melambaikan tangannya.

“Hati-hati oppa!” serunya.

“Aku pamit chae-ya. Hati-hati di rumah. Salam untuk yoona hyung”
Yebin naik ke atas motornya.

“Kau juga hati-hati. Jangan mengebut” ujar Chaeyeon.

“Jika kau butuh teman untuk jalan-jalan. Jangan sungkan untuk menghubungiku” ujar yebin.

Chaeyeon tersenyum dan mengangguk. “Gomawo” ujarnya.
“Omo. Aku lupa persediaan bulanan sudah menipis” Chaeyeon menepuk dahinya.

Chaeyeon membereskan gelas dan piring bekas, ia akan mencucinya nanti sepulang dari supermarket. Chaeyeon menunggu di halte bersama beberapa orang yang kini sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Tak lama busnya datang, Chaeyeon dengan cepat naik ke bus, Chaeyeon duduk di kursi belakang dekat jendela, di sampingnya duduk seorang ibu hamil bersama putranya yang tidur di pangkuannya. Chaeyeon tersenyum dan menyapa ramah.

“Berapa bulan?” tanyanya ramah.

“Minggu depan akan memasuki 9 bulan”

“Im Chaeyeon” Chaeyeon mengulurkan tangannya.

“Song Mina, dan putraku Song Jun Pyo” jawabnya.

“Jun pyo kelas berapa?” Chaeyeon mengelus rambut bocah itu.

” 6 tahun. Dia baru masuk sekolah tahun ini” jawab mina membuat Chaeyeon mengangguk.

“Dia pasti senang akan punya adik. Semoga persalinan anda berjalan lancar” gumam Chaeyeon.

“Terima kasih. Semoga persalinan anda juga lancar”

Chaeyeon mendongak. “Ye!” serunya agak kaget.

Mina tersenyum lembut. “Suamiku, sudah menunggu di halte depan”

Chaeyeon mengerjapkan matanya. “Aku akan menggendong jun pyo” ujarnya agak gugup.

Mina tersenyum dan mengangguk. “Gomawo” ujarnya.

Mereka turun di halte. Chaeyeon tampak senang menggendong jun pyo yang tertidur.

“Apa jun pyo biasa tertidur seperti ini?” tanya Chaeyeon.

“Begitulah putraku” ujar mina sambil terkekeh pelan.

Suami mina menyambut mereka
dan Chaeyeon memberikan jun pyo pada ayahnya.

“Gomawo” ujar tuan Song.

“Sama-sama. Lain kali jika bertemu lagi kita harus mengobrol lebih banyak” ujar Chaeyeon.

“Tentu. Anda harus menjaga kesehatan, awal kehamilan memang masa yang sedikit sulit. Kami duluan” ujar mina.

Chaeyeon hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya. Masih jelas dalam ingatan Chaeyeon tentang ucapan mina.

“Hamil? Aku?” Chaeyeon terkekeh pelan lalu melangkah ke supermarket.

***

Yoona dan Jungyeong jalan bersama ke parkiran.

“Mau makan siang bersama?” tawar Jungyeong.

Yoona mengangguk pelan. “Di restoran biasa. Kau yang  menyetir” yoona melempar kunci mobilnya.

“Chaeyeon membawakanmu bekal hyung?” tanya Jungyeong saat duduk di kursi.

Yoona menoleh ke jok belakang. “Kau pasti tidak percaya, aku memakannya sambil menyetir”

Mata Jungyeong menyipit menatap yoona. “Aku percaya. Syukurlah kehidupan rumah tangga kalian baik-baik saja. Aku sempat khawatir hyung” Jungyeong mulai menjalankan mobilnya.

“Gomawo, untuk kekhawatiranmu yeon. Aku juga bersyukur kami baik-baik saja sampai sekarang. Semoga bisa selamanya hingga kami tua. Kami sama-sama membuka hati dan belajar saling mengenal satu sama lain. Kepribadian Chaeyeon yang ceria membuatku lebih mudah menyukainya” gumam yoona sambil tersenyum.

“Kau jatuh cinta padanya hyung?” tanya Jungyeong sambil fokus menyetir.

“Tidak ada yang salahkan jatuh cinta pada istri sendiri” yoona menaik turunkan alisnya.

Jungyeon hany bisa tersenyum sambil menggeleng kepalanya.

“Sebenarnya aku merasa bersalah pada Chaeyeon. Hari minggu seperti ini aku tetap bekerja. Selama ini aku juga terlalu sibuk dengan pekerjaan kantor yang tidak ada habisnya. Dia pasti merasa terabaikan. Kami juga tak sempat bulan madu. saat aku hendak mengajaknya ke jepang bulan lalu, Chaeyeon malah sakit” gumam yoona sambil melihat jalanan.

Coba sesekali ajak Chaeyeon keluar hyung, makan malam romantis misalnya” saran jungyeon.

“Kata yebin, hal romantis Chaeyeon tidak menyukainya. Coklat bahkan bunga Chaeyeon tidak suka”

“Ah, aku lupa bocah tengik itu mantan Chaeyeon. Hehehe”

“Kadang aku bersalah pada yebin”
Gumam yoona.

“Hubungan mereka sudah lama berakhir bahkan sebelum Chaeyeon di jodohkan dengan mu hyung. Jangan terlalu dipikirkan” ujar jungyeon.

“Mobilmu masih di bengkel, kau tadi naik taksi ke gedung word?” tanya yoona sambil memainkan ponselnya.

“Ne. Jadi antar aku pulang” gumam jungyeon. “Hyung?” panggil jungyeon sambil memelankan laju mobilnya.

“Wae?” yoona menoleh dan mengernyit melihat jungyeon menunjuk sesuatu.

“Itu Chaeyeon kan?” seru jungyeon.

“Kau tidak apa-apakan makan siang sendiri. Bawa saja mobilku” ucap yoona. “Hati-hati” ujar yoona sebelum keluar dari mobil.

Jungyeon hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah hyungnya. ” kau benar-benar sedang jatuh cinta hyung. Syukurlah” gumam jungyeon.

***

Chaeyeon kembali mendorong trolinya ke stan daging.

“Sapi atau ayam?” gumamnya. Ponselnya bergetar tapi Chaeyeon malas mengambilnya. “Harusnya sesekali yoong oppa menemaniku
belanja. Jadi aku bisa minta pendapatnya” gumam Chaeyeon.

“Keduanya tak masalah” sebuah suara mengejutkan Chaeyeon.

“Astaga oppa. Kau membuatku terkejut” Chaeyeon mengelus dadanya.

Yoona tertawa. “Mian” gumamnya.

“Kenapa oppa bisa disini?” tanya Chaeyeon.

Yoona tidak menjawab, dia mengambil alih troli ditangan Chaeyeon. “Aku ingin sup ayam” ujarnya.

Chaeyeon melangkah disamping yoona dan ikut membantu suaminya. “Oppa belum makan siang?” tanyanya. “Kalau begitu aku akan memasakannya untuk oppa. Ayo ke kasir” ajak Chaeyeon.

“Apa belanjaanmu selalu sebanyak ini? Bahkan kau membeli banyak buah jeruk” ujar yoona.

“Ini untuk persediaan oppa”

“Tapi kau akan kesulitan membawanya nanti” ujar yoona.

“Aku sudah terbiasa oppa” ujar Chaeyeon.

***

“Oppa tidak membawa mobil?” tanya Chaeyeon.

Yoona tersenyum. “Aku turun dari mobil saat melihat mu masuk ke supermarket.jadi mobilnya di bawa jungyeon” jelas yoona.

“Dasar kau ini” ujarnya meninju lengan yoona.

“Aish. Tenagamu boleh juga” ringis yoona.

“Kita naik bus ya oppa?”

“Taksi saja. Kau tahu aku seperti apa kan?”

Chaeyeon menghela napas pelan,
“Baiklah, ayo?” tangannya terulur hendak mengambil kantong plastik di tangan yoona.

“Sudah aku saja yang membawanya. Maaf ya” ujar yoona.

“Maaf untuk apa?” tanya Chaeyeon.

“Karena kita tidak naik bus” gumam yoona sambil menunduk.

Chaeyeon tersenyum tipis. “Kenapa harus minta maaf oppa. Tidak masalah” ujar Chaeyeon.

“Gomawo” gumam yoona.

***

“Oppa, taruh semuanya disana!” ujar Chaeyeon sambil menunjuk pantri dapur.

Chaeyeon mulai memisahkan barang-barang belanjaan mereka,
“Oppa ganti baju dulu sana, istirahat dulu, aku akan memanggil oppa jika supnya sudah matang”

“Aku tidak perlu bantuan!” seru Chaeyeon saat tahu apa yang akan diucapkan yoona.

“Kenapa aku akan membantumu?” ujar yoona.

Chaeyeon menggeleng sambil mengibas tangannya, “yang ada oppa malah mengacaukannya, tidak ingat kejadian beberapa bulan yang lalu, huh? Saat oppa mencoba membantuku. Aku senang oppa mau membantuku. Tapi akan jau lebih senang jika oppa ke kamar saja istirahat. Oppa baru pulang berkerjakan. Tak apa, aku bisa sendiri”

Yoona mendekat dan memeluk Chaeyeon dari belakang. “Gomawo” gumamnya.

“Jangan menciumku, aku mau memasak” Chaeyeon menahan kepala yoona yang akan menciumnya.

“Kenapa akhir-akhir ini kau pelit sekali” gerutu yoona.

“Hush, aku ingin memasak, jangan ganggu aku” Chaeyeon mengibaskan tangannya lagi.

“Aku bukan anak ayam chae-ya!” protes yoona.

“Eh, aku tidak bilang begitu” ujar Chaeyeon polos.

“Kau tambah gendut ya!”

” oppa!” protes Chaeyeon.

“Kenapa yeoja selalu marah jika dibilang gendut” batin yoona.

***

Yoona menatap langit-langit kamarnya. Masih jelas di ingatan yoona saat makan malam pertemuan keluarga mereka. Wajah terkejut Chaeyeon saat melihat nya sambil memekik kencang menunjuknya.

FLASHBACK

yoona baru saja kembali dari study nya di Amerika. Yoona mengendarai mobilnya sendiri ke sebuah coffeshop di daerah gangnam. Ia segera turun dari mobilnya dan berjalan cepat untuk masuk ke dalam. Baru saja ia membuka pintu dan menginjakan kakinya di lantai cafe sesuatu membuat yoona terjatuh, Buk! Kejadian itu begitu cepat dan semua mata kini menatap yoona.

“Tuan, anda baik-baik saja?” ucap seseorang. “Tuan, anda baik-baik saja?” tanyanya lagi, sebuah tangan terulur di depannya. “Maaf, pegawai kami terlambat untuk membersihkan lantai hingga membuat anda terjatuh. Maaf atas
ketidak nyamanan anda” yeoja itu membungkuk beberapa kali pada yoona.

“Ada apa?” Somi datang dan berdiri diantara keduanya. “Hyung! Yoona hyung!” tanyanya. “Sebaiknya kita ke ruanganku hyung” ajak Somi. “Khem, hyung ayo!” Somi menarik yoona. “Chaeyeon, tolong bawakan dua coklat hangat dan kue buatanmu yang baru saja matang ke ruanganku” ujar Somi lagi.

Chaeyeon mengangguk. “Ne!”

“Hyung, jangan terus menatap nya seperti itu?” bisik Somi.

“Eh, apa?” gumam yoona dan berjalan beriringan dengan Somi.

“Pegawai ku memang cantik hyung. Tapi jangan sampai membuatnya risih karena pandangan matamu itu” ujar Somi.

“Apa maksudmu? Bicara yang jelas” kesal yoona.

“Tsk. Kapan kau kembali dari Amerika hyung?” tanyanya.

“Tadi pagi, dan aku bosan seharian
di rumah makanya aku kemari. Coffeshop mu bertambah ramai” yoona duduk di sofa.

“Itu berkat ide-ide kreatif Chaeyeon. Aku tidak salah memperkerjakannya. Dia cekatan dan bekerja dengan baik, dia juga mau belajar”

“Apa yang kau maksud yeoja yang tadi?” ucap yoona.

“Namanya jung Chaeyeon. Yebinlah yang mengenalkanku padanya”

“Yebin? Bagaimana kabar anak itu”

“Dia baik saja hyung. Aku akan mengabarinya untuk kemari”

Belum sempat menjawab ketukan pintu membuat yoona menoleh, Chaeyeon datang sambil membawa napan.

“Ini pesananya Somi!” gumamnya.

“Gomawo Chaeyeon noona, oh ya yebin dan teman-temanku akan kemari nanti” ujarnya sambil tersenyum.

Chaeyeon hanya mengangguk dan pamit undur diri. Chaeyeon juga tersenyum pada yoona sebelum pergi.

“Dia sudah pergi hyung!” ujar Somi sambil menatap yoona.

“Siapa tadi namanya!” tanyanya.

“Jung Chaeyeon, kau harus mengingatnya hyung. Seperti nya kau menyukainya”

“Tsk. Yang benar saja, aku masih punya seohyun”

Raut wajah Somi berubah. “Kau belum melupakannya hyung?”

Yoona menghembuskan napas kasar. “Itu alasanku pulang lebih cepat ke korea. Aku ingin mencari keberadaanya” ucap yoona membuat Somi terdiam.

Pertemua pertama yang tidak berkesan memang dan biasa saja.
Tapi hari-hari berikutnya mereka kembali bertemu di tempat yang sama.

“Sudah ku bilang ajak Chaeyeon bicara hyung. Aku tahu kau menyukainya” ujar Somi gemas.

“Siapa yang menyukainya jangan sok tahu” bantah yoona.

“Tsk. Aku tahu alasanmu datang kemari hyung” gumam Somi pelan.

***

Chaeyeon tampak gelisah duduk di jok belakang mobil mewah yang akan membawanya ke keluarga Im.

“Nenek dan kakek melakukan ini untuk mu” ujarnya.

“Gomawo sudah menuruti kemauan kami” ujar kakeknya.

“Tapi mereka akan menerimaku nek? Aku tidak cantik dan berpendidikan tinggi. Nenek bilang putra keluarga Im sangat tampan dan baru pulang dari studynya di luar negeri. Nenek ak-”

“Semua akan baik-baik saja. Siapa bilang kau tidak cantik. Kau cantik dan manis Chaeyeongie” potong nenek Jung.

Chaeyeon menghela napas pelan,
dan terkagum saat mobil yang membawanya masuk ke sebuah rumah bergerbang tinggi. Kedatangan mereka membuat Chaeyeon merasa ia benar-benar berbeda dengan putra keluarga Im.
Keluarga Im menyambutnya dengan suka cita, bahkan nyonya Im tak henti-hentinya memujinya.

“Kau tumbuh dengan baik Chaeyeongie. Masih ingat paman?” tanya tuan Im.

Chaeyeon tersenyum kikuk dan membungkuk.

“Kau benar-benar cantik yoona pasti akan menyukaimu”

“Kita akan punya anggota baru yang manis” ujar nyonya Im.

“Apa aku tidak manis omonim” canda kyulkyung istri nayoung, putra pertama keluarga Im.

image

“Semua menantu keluarga Im sangat cantik dan manis” ujar nyonya Im.

“Oh ya, dimana yoona?” ujar tuan Im.

“Sebentar lagi dia turun. Dia baru pulang dari china tadi” jawab nayoung.

Nyonya im mencibir pelan. “Putra kita baru seminggu lalu kembali, tapi kau sudah memberinya pekerjaan banyak. Dia juga akan menikah, jadi jangan memberi putraku pekerjaan banyak tuan im.
Nayoung juga butuh istirahat, mereka putramu bukan robot peusruhmu” kesal nyonya im.

“Itu sudah tugas mereka untuk membantuku” ujar tuan im.

Nayoung dan kyulkyung hanya menggeleng pelan melihat pertengkarang kecil ayah dan ibu mereka.

“Maaf membuat kalian semua menunggu” ujarnya.

“Aigoo, kau bertambah tampan dari terakhir kali kita bertemu” kata kakek jung.

Yoona tersenyum lembut. “Gomawo kek. Anda juga semakin gagah. Bagaimana kabar anda?”

Kakek jung menepuk pundak yoona. “Kau masih mengingatku dengan baik rupanya”

Yoona mengangguk. “Aku juga merindukan ramen buatan nenek jung” kata yoona.

“Kau bertambah tampan” nenek jung mendekat lalu mengelus pipi yoona.

“Gomawo” ujar yoona dengan senyum manisnya.

“Kau tidak ingin menyapa teman kecilmu sekaligus calon istrimu” ujar nyonya im.

“Im yoona” yoona mendekat dan mengulurkan tangannya.

Chaeyeon sedari tadi hanya diam,
ia terlalu gugup sampai tak memperdulikan sekitarnya. Nyonya im menyentuh bahu Chaeyeon membuat yeoja itu menoleh. Chaeyeon tersadar ia segera menerima uluran tangan yang terulur di depannya.

“Jung Chaeyeon”

“Chaeyeon?” ujar yoona mencoba memastikan.

Chaeyeon mendongak karena merasa mengenali suara itu. “Kau!” tunjuknya. “Kau putra keluarga Im?” pekiknya

Yoona tersenyum. “Ne. Aku Im Yoona”

“Mwo?” pekik Chaeyeon.

“Kalian saling kenal?” tanya tuan Im.

“Ani” kompak keduanya.

Yang lain terkekeh dengan jawaban mereka.

“Wah, sepertinya rencana kita akan berjalan lebih cepat” ujar nyonya im.

“Bagaimana jika pernikahan mereka dipercepat” usul tuan Im.

“Sepertinya itu lebih baik” ujar nayoung.

“Kami terserah Chaeyeongie saja bagaimana baiknya” ujar kakek jung.

Chaeyeon terdiam, ia merasa malu dengan tindakannya barusan.

“Aku tak masalah” jawab yoona.

“Nah, yoona sudah setuju bagaimana denganmu Chaeyeongie?” tanya nyonya Im.

Chaeyeon menggigit bibir bawahnya, ia melirik neneknya. “Ne” jawabnya singkat.

Tatapan mereka bertemu, yoona tersenyum.

“Semoga kau orang yang tuhan kirimkan untuk ku” batin yoona.

FLASHBACK END

Drrt~Drrt

Yoona tersentak saat ponselnya bergetar membuat lamunanya terhenti. Ia segera mengambil ponselnya.

“Yeobseo?” ujarnya.

“Akhirnya kau mengangkat panggilanku. Apa kau sesibuk itu direktur im?” ujar seseorang di seberang.

“Mianhae. Akhir-akhir aku memang banyak pekerjaan” ujar yoona.

“Ya, sekertarismu mengatakannya
padaku saat aku mencoba menghubungimu melalui dirinya.
Kau sudah menerima undangannya”

“Undangan apa?” yoona heran.

“Astaga. Jangan bilang kau belum melihat nya. Aku sudah menitipkannya beberapa hari yang lalu pada sekertarismu”

“Ah maaf” sesal yoona. “Mungkin undangannya tertumpuk dengan berkas-berkasku” gumam yoona.

“Ne, tak masalah, aku tahu kau sangat sibuk. Aku saja sulit menghubungimu. Undangam reuni SMA kita. Seminggu lagi yoong”

“Reuni?” gumam yoona.

“Ne, kau tidak baca grup line kelas
kita dulu, ah direktur im mana sempat membacanya”

“Apa seohyun datang?” gumam yoona.

Hening.

Yoona menghela napas kasar. Ia memegang dadanya yang terasa sesak.

“Bukankah diantara teman kelas,
kau yang paling dekat denganya. Aku pikir kau lebih tahu” ujar seseorang di seberang.

“Aku tidak tahu yuri hyung” ujar yoona dengan serak. “Dia menghilang begitu saja setelah kita lulus” ujar yoona.

“Aku coba tanyakan pada beberapa teman yeoja sekelas kita” ujar yuri.

“Gomawo” ujar yoona dan menutup panggilan.

Yoona menatap ponselnya, menekan nomor yang sudah di hafalnya. “Yeon bantu aku mencari keberadaan seohyun” ujarnya.

“Hyung!” protes jungyeon.

“Aku mohon, sekali ini saja. Setelahnya aku benar-benar akan melupakannya” ujar yoona.

Jungyeon menghela napas pasrah. “Akan aku usahakan. Lagipula selama ini kau sudah berusaha mencarinya namun nihil
kan hasilnya” ujar jungyeon.

“Gomawo yeon” ujar yoona.

***

Chaeyeon merasa ada yang aneh dengan yoona. “Oppa!”

“…”

“Oppa baik-baik saja!”

Hening, yoona tak menjawab. Membuat Chaeyeon menghela napas pelan. “Oppa baik-baik saja?”

Yoona tersentak dan mencoba tersenyum. “Ah maaf, aku hanya memikirkan beberapa pekerjaan yang belum selesai” ujarnya sambil menunduk.

“Oppa bilang lapar dan ingin sup ayam. Tapi kenapa sekarang makanannya oppa tatap saja. Makanlah oppa, badanmu juga hangat, kau pasti kelelahan, aku akan buatkan tonik nanti” ujar Chaeyeon.

“Maaf?” ujar yoona.

“Untuk!”

“Semuanya, aku tidak bisa menjadi suami yang baik untuk mu” gumam yoona.

“Oppa kau menangis?” Chaeyeon berdiri dari duduknya dan memeluk yoona.

“Ada apa? Apa seseorang menyakiti oppa?” Chaeyeon juga tak menahan air matanya.

Yoona membalas pelukan Chaeyeon ia menyembunyikan wajahnya di perut Chaeyeon. “Maafkan aku. Mohon maafkan aku” gumam yoona.

“Ne, aku maafkan oppa. Aku mohon jangan seperti ini oppa. Ada apa sebenarnya? Oppa bisa membaginya denganku?” Chaeyeon mengelus rambut suaminya.

Yoona menggeleng. “Aku baik-baik saja” gumamnya dan semakin memeluk erat Chaeyeon.

Chaeyeon mencoba tersenyum. “Tidak apa-apa jika oppa tidak ingin menceritakannya sekarang. Lebih baik sekarang oppa makan lalu istirahat” ujar Chaeyeon.

***

Chaeyeon merasa aneh dengan suaminya. Sejak kejadian makan siang 3 hari yang lalu, sikap yoona berubah. Yoona bahkan tak pulang ke rumah membuat Chaeyeon khawatir. Chaeyeon juga datang ke kantor, tapi sekretarisnya bilang yoona mengambil cuti selama seminggu. Tentu saja Chaeyeon bingung. Chaeyeon merasa takut menghubungi keluarga Im.

“Sudahlah chae noona. Lebih baik kau istirahat. Kau tida tidur dengan baik 3 hari ini. Lihatlah kantung matamu” ujar dahyun.

“Aku tidak bisa tenang sebelum ada kabar dari yoona oppa” gumam Chaeyeon.

Heehyun dan yebin menghela napas kasar. “Tidurlah chae-ya. Kami yang akan mencari yoona hyung, jika ada kabar kau orang yang pertama yang kami beritahu” ujar Heehyun.

“Ne, ayolah chae-ya. Pikirkan dirimu juga. Wajahmu pucat” ujar yebin.

“Apa sebaiknya kita minta bantuan nayoung hyung. Keluarga Im harus tahu masalah ini” saran dahyun.

“Aku rasa dahyun benar” ujar Heehyun.

Yebin menatap Chaeyeon yang menunduk, hatinya sakit melihat Chaeyeon seperti itu. “Bagaimana
Chaeyeongie?” gumam yebin.

Chaeyeon mendongak matanya berair. ” ne. Apapun yang terbaik”

“Sekarang kau harus istirahat” yebin menuntut Chaeyeon ke kamarnya.

Heehyun dan dahyun saling pandang. “Dia belum bisa melupakan Chaeyeon. Perasaan itu masih ada” gumam Heehyun.

“Aku harap yoona hyung tak mengetahuinya” ujar dahyun.

***

Somi menatap jungyeon. Somi datang pagi-pagi ke apartement sahabatnya itu.

“Katakan padaku?” ujarnya tajam.

Jungyeon menguap lebar. “Hoam, kau bahkan tak membiarkan ku membersihkan diri”

“Kau tahu situasi sekarang kan? Katakan padaku!” kesal Somi.

“Aish. Kau ini, kau tidak tahu apapun. Yoona hyung memintaku hanya membantunya mencari seohyun nuna”

“Sudah ku duga” Somi menghela napas pelan.

“Sabtu ini yoona hyung ada reuni di SMAnya. Sayangnya kita tidak satu sekolah dengannya. Aku juga sudah meminta temanku untuk mencari informasi”

“Busan. Aku rasa yoona hyung kesana” gumam Somi.

Jungyeon mengangguk. “Ya. Mengingat itu kota pebting untuk nya dan seohyun nuna”

“Kita tidak bisa diam saja. Yoona hyung itu bodoh. Jelas-jelas dia sudah punya Chaeyeon untuk apa mencari seseorang yang pergi meninggalkannya tanpa kabar”

“Seohyun nuna cinta pertama yoona hyung”

“Persetan dengan cinta pertama. Tak semua cinta pertama menjadi
cinta sejati kita” ujar Somi. “Jika ada kabar tentang yoona hyung. Hubungi aku. Kau satu-satunya yang tau tentang dirinya. Aku tahu itu, aku menghargai kesetiaan pada yoona hyung. Tapi hyung, apa kau tak kasihan pada Chaeyeon nuna. Bahkan dia sedang hamil sekarang” ujarujar Somi.

“Kau bilang apa?” pekik jungyeon.

“Aku pamit. Jangan lupa kabari aku” ujar Somi sebelum pergi.

“Ya, jeon Somi kau tidak bercandakan?” teriak jungyeon.

***

Yoona kembali ke rumah dengan keadaan tidak cukup baik. Chaeyeon yang melihat yoona kembali langsung berlari memeluknya.

“Oppa” gumamnya dan tangisnya pecah.

Yoona mengelus bahu istrinya. “Aku lelah” ujarnya dan melepaskan pelukan Chaeyeon.

Chaeyeon hanya menatap nanar punggung yoona. Hyundabin yang melihat hanya terdiam dan menata sendu Chaeyeon.

Yebin maju dan memeluk Chaeyeon. “Hyung hanya lelah. Biarkan dia istirahat ya” ujarnya.

Chaeyeon berusaha menahan tangisannya, ia sudah sangat lelah.

“Kau ingin kami menamanimu disini?” tanya dahyun.

“Yoona hyung sudah kembali lebih kita pulang” ujar Heehyun.

“Ne aku baik-baik saja. Yoona oppa sudah pulang. Gomawo. Maaf merepotkan” Chaeyeon membungkuk.

“Astaga!” gumam Heehyun tidak percaya dengan tindakan Chaeyeon.

“Nuna, kau jangan begitu?” ujar dahyun.

“Chaeyeongie tegakkan tubuhmu!” ujar yebin.

Yoona yang mendengar semuanya dari balik pintu kamarnya melengos. Hatinya terasa sakit, yoona merasa bersalah pada Chaeyeon. Chaeyeon mengantar ke 3 namja itu sampai depan rumahnya. Setelah mereka pergi Chaeyeon hanya menatap kosong pintu kamarnya. Chaeyeon tidak mau mengganggu yoona, itu sebabnya ia masuk ke kamar tamu.

***

Hari berlalu begitu cepat, yoona sudah merasa lebih baik sekarang walaupun tidak sepenuhnya. Ia bangun pagi-pagi dan membawa Chaeyeon untuk pergi dengannya.
Sebenarnya Chaeyeon masih mengantuk, tapi ia tidak menolak atau protes saat yoona membawanya pagi-pagi buta.

“Kita jalan-jalan hari ini, aku ingin menebus kesalahanku beberapa hari yang lalu” gumam yoona sambil menyetir.

Setelah hampir 1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Pantai incheon.

“Chae-ya bangun! Kita sudah sampai” gumam yoona sambil menepuk pelan pipi Chaeyeon.

Chaeyeon menggeliat dan membuka matanya perlahan. “Emmm, sudah sampai”

Yoona mengangguk lalu keluar dari mobil, ia mengulurkan tangannya pada Chaeyeon.

“Ayo kita melihat matahari terbit”
Gumamnya membuat Chaeyeon tersenyum.

“Ayo!” Chaeyeon memegang tangan yoona.

Sang surya dengan sinar kemerahannya perlahan naik ke atas permukaan bumi.Chaeyeon duduk di samping yoona. Chaeyeon menyandarkan kepalanya di bahu yoona.

“Indah bukan!” gumam yoona.

“Benar-benar indah. Gomawo, audah mengajak ku kesini” gumam Chaeyeon.

“Apa kau lapar?” aku akan membeli roti dan minuman. Maaf aku lupa membawanya” gumam yoona.

Chaeyeon tersenyum. “Tak apa, aku akan menunggu disini”

Yoona mencium kening Chaeyeon. “Aku akan segera kembali” ujarnya.

Chaeyeon kembali menatap sang surya. Chaeyeon meraba perut datarnya, Chaeyeon tersenyum, ucapan mina tempo hari di bus itu.
Ia belum mengatakannya pada yoona, Chaeyeon tidak sabar melihat reaksi yoona. Yoona baru saja keluar dari supermarket saat ponselnya bergetar. Melihat nama yuri di ponselnya.

“Yeobseyo?” yoona menelan ludahnya susah payah.

“Kau dimana. Bisa kita bertemu? Aku sudah menemukannya?” ujar yuri.

“Dimana?” kata yoona.

“Aku dalam perjalanan ke busan sekarang” gumam yuri.

“Tunggu aku!” yoona melempar kantong plastiknya dan berlari ke arah mobilnya.

“Yoong tapi bagaimana dengan istrimu? Kau juga harus memikirkan tentang rumah tangga
mu. Istrimu bisa marah dan salah paham jika kau tidak menjelaskannya” ujar yuri.

Mobil yoona pergi dengan kecepatan cepat. Namja itu lupa ia tidak datang sendirian. Chaeyeon merasa resah yoona tak kunjung kembali. Dengan pelan Chaeyeon mencoba berjalan dan bertanya pada orang-orang apa mereka melihat yoona, tapi hasilnya nihil.
Hati Chaeyeon perih saat ia berdiri di tempat yoona memarkirkan mobilnya. Yoona pergi meninggalkannya sendiri di tempat yang asing untuk nya.

***

Yoona belum sadar ia meninggalkan Chaeyeon sendiri di kota yang asing untuk yeoja itu. Di pikiran yoona hanya ada satu nama, seo joohyun. Yeoja yang yoona rindukan sampai sekarang.
Yeoja itu menghilang tanpa memberi kabar.

FLASHBACK

“Oppa, kita akhiri semuanya sampai disini” ujar yeoja itu.

Yoona mendongak menatap yeojanya. “Wae? Hubungan kita baik-baik saja. Kenapa kau tiba-tiba minta putus. Apa aku punya salah?”

Seohyun menggeleng pelan. “Aku lelah oppa. Lelah dengan hubungan kita”

image

“Apa karena jarak jauh? Kau yang akan kembali ke kampung halamanmu busan dan aku yang akan melanjutkan kuliah ke Amerika. Kita bisa melewatinya seohyun. Kita sudah berjanji” yoona menatap dalam yeojanya.

Seohyun menggeleng, tangisnya pecah. “Aku tak bisa oppa. Mianhae” ujarnya lalu pergi meninggalkan yoona.

Yoona segera mengejar seohyun  sebelum yeoja cantik itu jauh.

“Seohyun”

“Seohyun tunggu”

“Seohyun bisa kita jelaskan. Kita tidak bisa seperti ini!” yoona menarik pergelangan tangan seohyun.

“Lepas oppa, biarkan aku pergi!”

“Seohyun!”

“Lepas! Apa kau tidak dengar huh!” teriak seohyun. “Jangan ganggu aku lagi, kita sudah berakhir dan aku muak denganmu aku tidak mencintaimu. Dengar itu Im yoona aku tidak mencintaimu”
Ujar seohyun.

Flashback End

Sudah 2 jam berlalu menempuh perjalanan. Akhirnya yoona sampai di busan. Yuri sudah menunggunya di tempat biasa. Dari jaih yuri sudah melihat nya.

“Kenapa hyung mengajakku kemari?” tanya yoona saat yuri mengajaknya ke pemakaman kota.

“Karena seohyun disini” gumam yuri.

“Jangan bercanda!” teriak yoona.

“Ikutlah kalau kau tak percaya. Awalnya juga aku tak percaya” ujar yuri.

Kaki yoona bergetar, napasnya tercekat. “Seohyun!” gumamnya.

Yuri yang tadinya berjalan di depan berhenti dan menghampiri yoona. Mata yoona terpejam, ia tidak mau melihat nama di batu nisan di depannya.

“Hiks hiks seohyun!”

Yuri menepuk bahu yoona. “Sudah lama Seohyun menderita kanker hati. Ia tidak memberi tahu bahkan kedua orang tuanya. Hingga ia ditemukan tak sadarkan diri di kamarnya. Setelah beberapa hari dirawat akhirnya seohyun tak
tertolong lagi. Mungkin itu alasan ia mengakhiri hubungan kalian. Tuan seo tugas nya yang berpindah-pindah membuat kita kesulitan mencari seohyun. Dia tidak tinggal di busan. Tapi ia meminta di makamkan di busan”

“Hiks hiks aku belum meminta maaf dengan nya” gumam yoona.

“Menangislah sepuasmu. Aku akan menunggu di mobil” yuri meninggalkan yoona sendiri. Tapi baru beberapa langkah, yoona berlari melewatinya.

“Im yoona? Kau mau kemana!” teriak yuri.

Yoona tidak peduli, ia lari secepat mungkin tanpa buang waktu ia menjalankan mobilnya.

“Bodoh!” umpat yoona sambil memukul kepalanya sendiri. Bagaimana bisa ia melupakan Chaeyeon?

“Bodoh! Bodoh!”

Tadi saat ia menangis di depan makam seohyun, tiba-tiba saja ia mendengar suara Chaeyeon yang merintih memanggilnya.

“Aarrgghhh. Mobil sialan! Cepat sedikit”  maki yoona karena merasa mobilnya berjalan lambat.

“Im Chaeyeon maaf. Kau boleh marah padaku, tapi aku mohon jangan membenciku apalagi meninggalkanku” gumam yoona.
“Semoga kau baik-baik saja” gumamnya lagi.

***

Chaeyeon berjalan sambil menangis, setelah berjalan kesana kemari mencari yoona akhirnya Chaeyeon menyerah. Ia abaikan orang-orang yang menatapnya prihatin juga sinis.

“Eomma, appa, aku takut!” gumam Chaeyeon sambil menatap sekitarnya.

Tidak ada satupun orang yang dikenalnya.

“Nenek! Kakek! Chaeyeon takut!” teriaknya.

“Yoona oppa, aku takut! Hiks hiks”
Chaeyeon menangis sepanjang jalan.

“Aarrgghhh!” teriak Chaeyeon sambil berjongkok.

“Kasihan sekali yeoja itu. Masih muda tapi sudah tidak waras”

“Kasihan ya, cantik-cantik tapi gila”

Bisikan beberapa orang yang lewat, dan melihat keadaan Chaeyeon, mereka merasa prihatin.

“Hiks hiks darah. Chaeyeon takut darah” histeris Chaeyeon saat melihat darah dikakinya.

“Agasshi! Anda baik-baik saja!” seseorang berjongkok di depan Chaeyeon. “Astaga darah!” pekiknya saat melihat darah.

“Hiks hiks..” Chaeyeon hanya bisa menangis.

“Tolong siapapun bantu aku membawa nona ini ke rumah sakit!” seru orang yang menolong Chaeyeon. “Agasshi, kita harus ke rumah sakit!” orang itu menggendong Chaeyeon. Sedangkan Chaeyeon tak sadarkan diri.

TOBE CONTINUE…..

PLEASE KOMEN KALIAN GUYS ITU PENTING SEKALI BUATKU. APAKAH AKU BISA LANJUTKAN FF INI ATAU TIDAK!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s