CHAPTER 4 FOOLISH LOVE

image

Cast: Im Yoonan a.k.a Yoona snsd

Jung Chaeyeon DIA (II)

Jung Sooyeon a.k.a jessica jung

Jung soojung a.k.a krystal jung

Choi Tae Joon

Rating: Mature

Genre: Romance, Life, Sad, NC

Lenght: Chapter

Author Pov

Disini mereka berempat, di sebuah meja makan duduk saling tatap-tatapan satu sama lain.

Chaeyeon memakan makan malamnya tanpa bersuara begitu juga yoonan.

Sedangkan kedua kakaknya menatap adiknya dan juga yoonan dengan tatapan yang sulit di artikan, terlebih lagi soojung sedari tadi memasang muka aneh.

“Ehemmm” Sooyeon sengaja berdehem memecah keheningan. “Yoong.. Bagaimana kabarmu?” mau tak mau Sooyeon bertanya. Rasanya sangat aneh dilanda keheningan seperti ini.

“Huh” yoong menoleh kearah Sooyeon. “Baik” jawab yoong sembari tersenyum.

“Siapa yang memulai ciu…”

“SOOJUNG”

“EONNI”

Soojung hampir kaget akibat jeritan kakaknya dan adiknya sendiri.

“Kan aku hanya bertanya” sungut soojung.

Sedangkan yoonan yang melihatnya hanya tersenyum.

“Sebaiknya kau tidur disini saja, sudah sangat malam untuk pulang”

UHUKK!!

Chaeyeon dan soojung sama-sama terbatuk, kemudian saling bertatapan Lalu menatap Sooyeon.

“Eonni” keduanya memanggil kakak tertuanya.

“Kalian kenapa sih..?”

“Tapi eonni”

“Soojung biarkan sajalah, mereka… Kau tau kan. Dan siapkan keperluan untuk tidur yoong malam ini. Aku tidak mau adik iparku tidak nyenyak tidurnya” Sooyeon menatap Chaeyeon dengan kerlingan yang dapat dilihat soojung yang menatap kakaknya ini dengan tidak percaya.

***

Yoonan dan Chaeyeon berdiri saling tatap-tatapan satu sama lain dengan kikuk di kamar yeoja ini.

“Yoong akan tidur di bawah” akhirnya yoonan membuka suara dan tangannya bergerak mengambil bantal.

“Andwee”

Gerakan yoonan terhenti saat Chaeyeon dengan cepat menghentikan tangan yoonan yang mengambil bantal.

“Di bawah dingin, tidur di atas saja”

“Tapi..”

“Bukankah kita pernah tidur satu ranjang?”

“Yoonan mengedip-ngedipkan matanya. “Tapi..”

“Sudahlah aku sudah mengantuk”

Yeoja itu menarik tangan yoonan agar ikut berbaring di kasur.
Kini mereka sudah sama-sama terlentang di kasur.

Chaeyeon melirik yoonan sekilas. “Selamat malam”

Setelah mengucapkan hal itu Chaeyeon membalikan badannya membelakangi yoonan yang masih telentang menatap langit-langit kamarnya.

Kasur bergerak. Chaeyeon tau kasur ini bergerak bukan karena yoonan membalikan badannya seperti dia. Tapi namja ini bergerak mendekati dirinya.

Tangan yoonan melingkar memeluk Chaeyeon dari belakang.

“Selamat malam juga”

Chaeyeon menyunggingkan senyumnya mendengar kata yang keluar dari mulut yoonan. Kemudian yeoja ini membalikan badannya menghadap yoonan. Di tatap yoonan yang sedang menatapnya.

“Tau night kiss?”

“Huh?” yoonan menatap Chaeyeon bingung.

Smirk tersungging di bibir Chaeyeon. Yeoja ini semakin mendekati tubuh yoonan. Tangannya bergerak menangkup wajah yoonan. Di tempelkannya bibirnya ke bibir tipis yoonan, di kecup-kecupnya bibir yoonan membuat yoonan semakin bingung.

“Apa yang Chaeyeon lakukan?”

Tidak menjawab, Chaeyeon terus memberi kecupan-kecupan singkat di bibir yoonan. Setelah puas memberi kecupan-kecupan kemudian dikulumnya bibir bawah yoonan dengan lembut. Sudah puas dengan bibir bawahnya, Chaeyeon kembali ke bibir atas yoonan. Chaeyeon sedikit bersyukur yoonan tidak ikut membalas. Tak puas hanya bibir atas dan bawah yoonan, Chaeyeon menjulurkan lidahnya memasuki bibir yoonan yang sedikit terbuka. Di absennya gigi yoonan lidahnya bermain bebas di rongga milik yoonan. Setelah itu di gerakan kepalanya kekiri dan kekanan mengekploitasi bibir yoonan. Sedangkan yoonan, diam menikmati perlakuan bibir Chaeyeon ke bibirnya, sampai Chaeyeon menggigit gemas bibirnya dia hanya menahan ringisannya dan membiarkan Chaeyeon mengulum dan menghisap kembali bibirnya dengan puas.

MWAAHH

Chaeyeon melepaskan tautan bibirnya di bibir yoonan. Yoonan menatapnya dengan dingin tidak seperti tadi.

“Apa yang kau lakukan” desisnya tajam.

Chaeyeon sampai kaget mendengar desisan tajamnya. Chaeyeon menatap pandangan mata yoonan yang tajam. Sedikit takut dia menatap pandangan mata yoonan.

“Night kiss” walaupun sedikit takut Chaeyeon tetap menjawab dengan nada biasanya.

“Tck” namja ini berdecak mendengarnya.

Chaeyeon membelakan matanya. “Tidak mungkin..jangan bilang dia di..” belum saja batin dan fikirannya selesai berseteru. Namja ini menarik Chaeyeon yang tadi sedikit menjauh dari dirinya.

“Boleh aku membalikannya di dirimu”

Jemari panjang yoonan menusuri surai rambut Chaeyeon dengan lembut. Chaeyeon meneguk ludahnya kasar. Sedetik kemudian bibir yoonan mendarat dengan lembut di bibir Chaeyeon. Mengecupi berulang-ulang seperti yang dilakukan yeoja ini kepadanya. Setelah puas mengecupi bibir Chaeyeon, yoonan menghentikan kegiatannya lalu tersenyum ke arah Chaeyeon.

“Selamat malam”

Chaeyeon terperangah, dalam pikirannya yoonan akan berbuat lebih dari ini. Tapi kali ini dia salah.

“Yoong..apa kau berada di titik yang belum pernah kau rasakan sebelumnya?” Chaeyeon menatap yoonan.

“Entahlah..aku rasa aku berbeda. Aku sendiri juga tidak tau apa ini, tapi aku senang seperti ini”

“Aku ingin kau seperti ini” ucap Chaeyeon lirih. “Aku kau selalu seperti ini”

Yoonan diam tak menjawab. Di tatapnya Chaeyeon yang menatapnya.

“Apa perasaanku saja, aku merasakan seperti saat bersama mu?”

“Begitukah?”

“Hum”

“Kalau begitu aku akan selalu berada di dekatmu”

Chaeyeon dan yoonan saling tersenyum. Kemudian yoonan merengkuh kembali Chaeyeon ke pelukannya. Dalam hati yeoja ini. Dia benar-benar bertekad membuat yoonan menjadi miliknya.

“Tunggu aku. Tunggu” batin Chaeyeon dengan tekad kuatnya.

***

Chaeyeon rasanya ingin mengutuk habis-habisan relator kelasnya yang seenaknya memasukan namanya ke acara study tour ke japan tanpa memberi tahu dia dulu. Chaeyeon kesal hotel yang akan di tempati dia bersama teman-teman kampusnya.

“Chaeyeon kau sekamar dengan Ahn Eunjin ya..” sebuah suara yang membuat kekesalan Chaeyeon semakin memuncak.

Di balikan badannya menatap seseorang tersebut.

“DIAM! AKU SUDAH TAHU! EUNJIN SUDAH MEMBERI TAHUKU!” pekik Chaeyeon benar-benar kesal membuat relatornya sedikit memundurkan langkahnya.

“Ya.. Kenapa kau menjerit kepadaku? Aku ini relatormu?” pekik relator kelas Chaeyeon yang bernama Ki HiuHyeon.

“Jadi kalau kau relatorku, aku tidak boleh menjerit begitu hah? Seharusnya wajar kalau aku marah. Kau seenaknya saja memasukan namaku ke daftar study tour ini” Chaeyeon menatap marah HiuHyeon yang sedang menatapnya takut.

“Tck.. Kau begitu saja marah., aku kan tidak tau. Lagi pula ini rekomendasi prof.shin. ya aku sebagai relator kelas bisa apa?”

“Cih..menyebalkan” Chaeyeon mendesis kesal.

“Hah.. Dan ini berkas untuk mu, jangan lupa diisi sehabis makan siang kumpulkan kepadaku” titah HiuHyeon.

Chaeyeon menarik kasar lembaran kertas dari tangan HiuHyeon dan langsung meninggalkan relatornya
yang terpaku melihatnya. Menatap Chaeyeon yang berubah dari pendiam kini menjerit dihadapannya. ki HiuHyeon menggeleng-gelengkan kepalanya heran.

“Yeoja memang susah di mengerti” katanya.

***

Chaeyeon dan teman-temannya kini duduk di aula di hotel yang di tempati mereka. Chaeyeon sedari tadi menatap ponselnya yang mana layar ponselnya telah dihiasi foto dia dengan yoonan. Diusapnya ponselnya dengan lemah. “Baru sehari aku tapi sudah begitu merindukanmu” desis Chaeyeon lirih.

Lamunan Chaeyeon tentang yoonan terbuyar saat teman-teman yeojanya berisik satu sama lain membuat keributan kecil disekitarnya.

“Chaeyeon lihat tutornya tampan sekali” Ahn Eunjin teman sekamar Chaeyeon menyenggol lengan Chaeyeon. “Lihat tampan sekali dia” desis Eunjin senang.

Awalnya Chaeyeon biasa saja melihat tutor di depannya tapi kemudian matanya membesar kaget saat tutornya melihat kearahnya lalu tersenyum.

“Taejoon sunbae” desis Chaeyeon

“Huh..kau mengenalnya?” Eunjin menatap Chaeyeon heran.

“Hu,,” Chaeyeon menoleh ke Eunjin. “Dia seniorku saat SMA”

“Jinjja?” tanya Eunjin kaget.

Chaeyeon menganggukan kepalanya lalu menoleh kedepan menatap tutornya lagi.

“Hay chae..” sapa taejoon yang seketika itu juga jeritan-jeritan menggema di aula.

***

Chaeyeon memanyukan bibirnya sambil menatap teman-temannya yang bermain di pantai shirahama, yang terletak di  shirahama cho japan.

“Boo..”

“AAAHHHH” jerit Chaeyeon kaget, Chaeyeon menoleh kebelakang melihat siapa yang mengejutkannya. “Taejoon sunbae” sahut Chaeyeon masih kaget.

“Hahaha.. Kau begitu terkejut ya?”
Taei terkekeh melihat raut muka Chaeyeon.

“Jantungku hampir saja lepas” canda Chaeyeon.

“Hahaha..mian…mian” ucap taejoon meminta maaf.

Kemudian taejoon memberikan minuman kaleng ke Chaeyeon yang disambut cepat oleh Chaeyeon.

“Kenapa tidak ikut bermain bersama mereka?”

Chaeyeon yang meneguk minumannya menoleh ke taejoon.

“Ah..tidak..punggungku masih capek akibat duduk tadi”

“Kau tidak suka aku menjelaskan materi?” taejoon menatap Chaeyeon kesal.

“Hahaha” tiba-tiba saja Chaeyeon tertawa melihat muka sunbaenya. “Aniya aku hanya bercanda, lagi malas bermain air” jelas Chaeyeon tersenyum.

“Begitukah?” tanya taejoon.

“Sunbae tidak ingin menikmati pantai?”

PLETAK

Dengan cepat tangan taejoon menjitak kepala Chaeyeon.

“Ya..kenapa memukul ku?” pekik Chaeyeon kesal.

“Kau ini jangan panggil aku sunbae chae” taejoon sengaja menekan nama Chaeyeon.

“Tapi tidak perlu seperti ini” ringis Chaeyeon sembari mengelus-ngelus kepalanya.

“Aku akan seperti ini kalau kau memanggil ku sunbae” taejoon memicingkan matanya menatap Chaeyeon.

“Jadi aku harus panggil apa? Taejoon begitu?”

PLETAK

“Aaaaa sakit” Chaeyeon kembali meringis.

“Tidak sopan, panggil O P P A” taejoon sengaja mengeja oppa dihadapan Chaeyeon membuat Chaeyeon mencibir.

“Tidak mau..”

“Ia oppa ,ia ia ampun..” Chaeyeon melindungi kepalanya saat taejoon ingin menjitaknya lagi. Kemudian terdengar gelak tawa yang keras dari taejoon.

“Muka mu sangat lucu chae… Hahahaha”

“Ya..kenapa menertawakanku”

“Hahahaha”

“Berhenti mentertawakanku” pekik Chaeyeon gemas, melihat taejoon tak bisa diam Chaeyeon memberi cubitan panas di pinggangnya.

“Aw..sakit chae..” ringis taejoon.

“Makanya diam” Chaeyeon mendelik marah menatap taejoon.

“Baiklah aku tidak tertawa lagi” akhirnya taejoon menghentikan tawa dengan terpaksa walaupun sebenarnya dia masih ingin tertawa lagi.

Taejoon melihat sekeliling pantai.

“Bagaimana kalau kita berjalan-jalan, cuaca hari ini sangat cerah”
Taejoon tersenyum ke Chaeyeon.

Yeoja ini tampak berfikir, selanjutnya menganggukan kepalanya. Sudah sekitar 30 menit
mereka berjalan disekitar pantai shirahama, banyak hal yang mereka lakuin dari melihat pernak-pernik di pinggir pantai. Sampai akhirnya mereka duduk di pelataran jalan yang menghadap ke pantai, sekedar menikmati udara pantai dan keindahan pantai shirahama.

“Chae..”

“Ya sunbae, eh oppa” Chaeyeon menyelah cepat kata-katanya.

“Hahaha, kau belum terbiasa ya memanggilku oppa?” tanya taejoon lembut, dan Chaeyeon hanya mengangguk.

Taejoon menggigit bibirnya, di liriknya Chaeyeon di sampingnya duduk sambil menikmati udara pantai yang menyapa lembut wajahnya. Sebuah senyuman terukir dibibirnya melihat Chaeyeon memejamkan matanya menikmati angin pantai. Taejoon kaget karena tiba-tiba saja Chaeyeon membuka matanya dan menatap taejoon.

“Kenapa oppa melihat ku terus?”

“Hahaha aniya…hanya saja aku masih tidak percaya kalau aku di sukai yeoja pendiam, angkuh, sombong, cuek sepertimu” taejoon pun tersenyum melihat yeoja ini.

“Cih…oppa percaya diri sekali” Chaeyeon menjawab angkuh.

“Buktinya saat kelulusan aku melihat mu menangis sambil memanggil namaku” kini taejoon tersenyum mengejek Chaeyeon.

Wajah Chaeyeon mendadak kaget
mendengarnya. “Oppa melihatnya? Oppa mendengarnya?” pekik Chaeyeon heboh.

“Hahaha” setelah tertawa kecil taejoon menganggukan kepalanya.

“Tapi aku senang, orang yang aku sukai menangisiku”

“Oppa..” Chaeyeon melongo menatap taejoon.

“Maaf, dulu aku tidak menyatakan cintaku padamu. Aku terlalu pengecut”

“Oppa” lirih Chaeyeon.

Kalau saja di status dia tidak memiliki siapa ataupun tidak ada ikatan dengan orang lain. Mungkin hati Chaeyeon membuncah bahagia. Tapi tidak kali ini…Chaeyeon sedikit miris mendengarnya, dia sebenarnya senang tapi di balik kesenangannya itu dia menolak, karena hatinya yang terdalam sudah dimasuki oleh satu nama yang membuatnya hampir gila. Namanya membuatnya sedikit banyak merubah dia, nama yang membuatnya ingin menyatakan ke dunia bahwa dia milikku dan aku miliknya. Nama yang membuatnya menangisi hidupnya.
Nama yang membuatnya menjungkir balikan dunia. im Yoonan, nama yang kini menempati posisi yang paling dalam dari seorang yeoja bernama jung Chaeyeon, yang angkuh, sombong, pendiam, cuek, dan tidak mau sekelilingnya.

“Chae..” panggilan taejoon menyadarkan lamunan Chaeyeon.
“Tck..melamun”

“Hm..” Chaeyeon mengerjap-ngerjapkan matanya.

“Sudah lupakan saja, kan itu cinta waktu dulu. Lagi pula kau sudah punya kekasih kan?”

“Kekasih?” desis Chaeyeon. Baru saja dia memikirkan yoonan. Kini taejoon bertanya tentang kekasih.

“Coba ceritakan tentang kekasihmu?”

Chaeyeon diam, apa yang harus dia ceritakan tentang yoonan ke taejoon. Yoonan hanya namja biasa yang keterbelakangan mental yang sekarang menjalani terapi psikis. Yoonan adalah namja yang sangat baik hati, juga polos. Tapi polosnya itu terkikis saat dia betada di titik normalnya. Yoonan adalah namja yang membuat hidupnya berwarna. Yoonan adalah namja yang dia cintai.

“Chae..”

Chaeyeon tersenyum sekilas. “Aku tidak bisa banyak menceritakan tentang dirinya. Dia..”

Chaeyeon menerawan kedepan melihat deburan ombak yang menerpa karang.

“Dia baik, tidak dia sangat baik. Dia yang membuatku sedikit merasakan senyuman di dunia ini. Dia yang rela mengorbankan nyawa demi hal kesukaanku. Dia yang terlalu kekanak-kanakan tetapi bisa sedewasa tanpa yang di perkiran. Dia namja polos dengan tutur bahasa yang lembut..dia..” Chaeyeon mengeluarkan nafas kasarnya.

“Kau begitu mencintainya”

Chaeyeon tetap menatap ke depan
dan mengangguk sembari tersenyum. Taejoon yang berada disamping Chaeyeon ikutan tersenyum tetapi senyuman miris, dalam hatinya dia berniat menyatakan cintanya yang tertunda sejak lama.

“Oppa..” panggil Chaeyeon tiba-tiba.

“Bolehkah aku meminta sesuatu kepadamu?” Chaeyeon menoleh ke taejoon dan menatap namja ini dengan tatapan memohon.

“Sesuatu? Hm…boleh”

“Menari di depanku. Mau ya..” rengek Chaeyeon.

“Kenapa harus itu?” taejoon menatap Chaeyeon heran.

Chaeyeon menghela napasnya lesuh. “Dulu saat  pertandingan di sekolah aku tidak dapat melihat mu bertanding” keluh Chaeyeon.

Mendengar keluhan Chaeyeon, taejoon kembali tersenyum, dia pun berdiri tepat di depan Chaeyeon. Di keluarkannya ponselnya dan menghidupkan sebuah lagu hiphop. Taejoon pun mulai menggerakan tubuhnya.

“WAH..OPPA HEBAT” teriak Chaeyeon takjub, Chaeyeon pun bertepuk tangan.

Taejoon yang nafasnya masih tersenggal-senggal menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat Chaeyeon bertepuk tangan dengan semangat. Tiba-tiba tawa Chaeyeon memudar saat ponselnya bergetar, dilihatnya panggilan di ponselnya. Kini raut wajah Chaeyeon berubah.

“Oppa sebentar ya” pamit Chaeyeon dan berjalan menjauhi taejoon.

“Kan sudah kubilang 3 bulan. Ini belum bulan 3”

“Aku tidak bisa menunggu, kau harus meninggalkan yoonan sekarang juga”

“Tidak! Aku tidak mau” pekik Chaeyeon.

“Kau harus mau!”

“Ya appa..” suara tinggi Chaeyeon kini berubah bergetar. Air matanya
dengan cepat mengalir dipipinya.

“Kau memang anak pembantah”

“Kenapa kalau aku membantah! Aku tidak akan membantah kalau appa tidak membuatku seperti ini.
Aku punya pilihan. Tidak bisakah aku memilih pilihanku?” Chaeyeon menghapus air matanya.

“Pilihan apa? Pilihan memiliki namja itu hah”

“Tapi aku mencintainya appa…aku mohon beri waktu untuk nya” Chaeyeon memelas pilu.

“Tidak kau harus menurutiku”

“Appa..” nada suaranya semakin menyedihkan.

KLIK

Ayahnya memutuskan teleponnya
secara sepihak. Chaeyeon menjatuhkan dirinya ke jalanan, tubuhnya tak sanggup menahan bebannya sendiri. Yeoja ini menangkup wajahnya sendiri dengan tangannya. Menangisi kehidupan cinta yang baru saja dia capai. Taejoon melihat Chaeyeon jatuh dijalan segera berlari ke arah Chaeyeon. Taejoon tertegun melihat Chaeyeon menangis.

“Chae..” panggil taejoon sedikit ragu.

Chaeyeon mendongakan kepalanya, dengan cepat Chaeyeon memeluk taejoon. Kali ini dia butuh sandaran untuk menangis.

“Oppa..” isak Chaeyeon

“Kau kenapa?” tanya taejoon dengan nada khawatir.

Chaeyeon bukannya menjawab malah menggelengkan kepalanya lemah.

“ayo pulang?” ajak taejoon dan membantu mengangkat Chaeyeon untuk bangkit.

***

Chaeyeon duduk di balkon hotelnya, matanya masih sembab dan bengkak. Taejoon yang melihat Chaeyeon murung saat dia memberi materi, mempercepat waktu tutornya. Lamunan Chaeyeon terhenti saat sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya. Chaeyeon melihat pesan singkat tersebut dengan senyuman miring.

“Bagaimana keadaanmu?”

“Aku baik-baik saja oppa”

Chaeyeon pun membalas pesan singkat tersebut. Dia benar-benar merindukan sosok yang selama ini mengisi relung hatinya. Air matanya kembali mengalir, dadanya terasa sangat sesak. “Aku merindukanmu” desis Chaeyeon lirih.

***

Chaeyeon melepaskan napas leganya saat dia sudah berada di bandara incheon. Chaeyeon sedikit beralasan kalau keluarganya ada acara jadi 4 hari lebih cepat ketimbang teman-teman kampusnya. Sebuah senyuman terukir dibibir Chaeyeon
melihat kedua kakaknya berjalan mendekati dirinya.

“Cepat sekali pulangny?” tanya Sooyeon bingung.

“Hmmm..aku sengaja pulang lebih cepat, hehehe” tawa Chaeyeon.

“Kau tidak membawa oleh-oleh apa pun?” soojung celingak-celinguk melihat barang bawaan Chaeyeon, tidak ada bedanya dengan dia pergi 3 hari sebelumnya.

“Eonni tidak pernah pergi ke jepang saja. Buat apa membawa oleh-oleh. Eonni lebih sering pergi ke negeri sakura ketimbang aku” sungut Chaeyeon.

“Yasudah ayo pulang, aku sudah menyiapkan makanan” titah Chaeyeon.

Selama perjalan chaeyoung diam saja membuat kedua kakaknya bingung dan heran. Soojung yang sedang menyetir memberi kode ke saudaranya untuk menanyakan ada apa dengan adiknya. Kedua kakaknya semakin kaget saat Chaeyeon terisak. Soojung dan Sooyeon saling tatap satu sama lain. Sooyeon pun memberi kode membiarkan adiknya menangis. Soojung pun mengangguk dan kembali menyetir.

***

Sooyeon dan soojung menatap pintu kamar Chaeyeon dengan heran. Setelah pulang Chaeyeon masuk ke kamar dan tidak membuka pintunya sampai sekarang. Dan Chaeyeon pun belum makan malam.

“Kai masuk duluan” suruh Sooyeon.

“Kenapa harus aku? Kau duluan lahir daripada aku jadi kau duluan?” soojung pun protes.

“Omonah” keduanya kaget saat Chaeyeon membuka pintu kamarnya. Penampilannya sangat buruk.

“Masih ada makanan?” tanya Chaeyeon dingin.

Kedua kakaknya mengangguk dengan cepat ke Chaeyeon. Tanpa babibu Chaeyeon pun melangkahkan kakinya ke dapur.

“Ada apa dengan dia?” tanya soojung.

“Mana aku tau, seperti nya tentang yoonan” tebak Sooyeon.

“Kasihan Chaeyeon” soojung berkata lirih menatap punggung adiknya yang sudah di dapur.

Sooyeon menatap kasihan adiknya.

Sooyeon tersentak saat Soojung menyikutnya. “Cepat katakan” bisik soojung.

Chaeyeon menatap dingin kakaknya yang saling guit menguit.

“Ada apa?” Chaeyeon membuka suaranya.

“Eh…hehehe…begini chae…kau boleh tinggal di apartemen kami bersama yoonan”

Mata Chaeyeon membesar. “Tinggal berdua sama yoong?” tanya Chaeyeon tak percaya.

“Hmm..kami rasa kau lebih baik tinggal bersama yoonan”

“Tapi..”

“Sudah tenang saja, kami akan mengurus semuanya” senyum hangat terpancar di bibir Sooyeon membuat Chaeyeon juga ikut tersenyum.

“Gomawo eonni” Chaeyeon tersenyum.

“Sama-sama chae..” balas soojung.

***

Chaeyeon melangkahkan kakinya semangat ke ruangan yoonan. Wajah berseri saat melihat pintu kamar yoonan. Sesampainya di depan pintu kamar yoonan, Chaeyeon sedikit menghela napasnya. Di bukanya pintu kamar yoonan berniat ingin mengejutkan yoonan tapi niat tersebut pupus saat Chaeyeon melihat yoonan sedang tertidur pulas. Dengan langkah pelan Chaeyeon masuk ke ruangan yoonan. Menatap yoonan yang tertidur layaknya anak kecil, mukanya benar-benar lucu. Chaeyeon mendekatkan bibirnya ke bibir yoonan, awalnya hanya mengecup sekilas tapi sepertinya Chaeyeon tidak tahan hasratnya melihat bibir yoonan. Di kulumnya bibir yoonan. Chaeyeon menghentikan kulumannya saat yoonan menggeliat pelan. Mata yoonan perlahan terbuka.

“Chaeyeon..” panggil yoonan dengan nada suara serak.

“Hmm”

Antara sadar dan tidak yoonan tersenyum. Perlahan yoonan bangkit dari tidurnya, ditatapnya Chaeyeon dengan lamat.

“Chaeyeon kemana saja?” sungutnya mempoutkan bibirnya.

“Merindukanku”

Seperti anak kecil yoonan mengangguk tapi tetap mempoutkan bibirnya.

“Bersiaplah, mulai hari ini kita akan tinggal bersama”

“Tinggal bersama?” yoonan menatap Chaeyeon dengan bingung.

“Hmm bersama, kau dan aku satu rumah”

“Satu rumah?”

Chaeyeon mendecak kesal. “Sudah, cepatlah bersiap, aku tunggu diluar” diacak-acaknya rambut yoonan dengan gemas.

***

“Yoong makan malamnya sudah siap”

Chaeyeon berteriak dari arah dapur apartementnya. Yoonan yang mendengar itu bergerak cepat dari arah ruang tv menuju ruang makan. Chaeyeon tersenyum saat yoonan sudah duduk dengan senyuman terukir di bibirnya. Chaeyeon pun mempersiapkan makan malam buat yoonan.

“Makanlah”

Yoonan mengangguk semangat, diambilnya sumpit dan memakan makananya. Makan malam mereka lewati dengan canda tawa.

***

Setelah makan malam Chaeyeon dan yoonan duduk berdua di depan tv. Yoonan dan Chaeyeon tertawa terbahak-bahak menonton kartun larva.

“HAHAHAHA” Gelak tawa mereka menggelegar di apartmenet ini.

Chaeyeon yang masih tertawa menoleh ke kamarnya mendengar dering ponselnya berbunyi. Tawanya berhenti seketika. Yeoja ini melangkahkan kakinya ke kamar.

“Ada apa lagi?” nada duara Chaeyeon sangatlah dingin.

Sekuat tenaga Chaeyeon menahan air mata agar tidak jatuh dari matanya tangannya bergetar.

“Tidak akan. Aku tidak akan melepaskannya” Chaeyeon menggeram marah.

Di matikannya teleponnya secara sepihak. Chaeyeon mengusap wajahnya kasar.

“Tidak. Tidak mungkin. Minggu depan? Tida, tidak” desis Chaeyeon frustasi.

Dilangkahkan kakinya menuju ruang tv. Di tatapnya yoonan yang tertawa dengan senang dari belakang. Kakinya melangkah ke arah yoonan hingga tepat di hadapan yoonan.

“Chaeyeon menghalangi” protes yoonan yang masih tertawa saat Chaeyeon menutupi pandangannya ke arah tv.

Chaeyeon diam tak mengubris perkataan yoonan. Di tatapanya yoonan lamat.

“Yoong” desisnya tertahan.

Yoonan menghentikan tawanya melihat air mata Chaeyeon. Yoonan tertegun saat air mata Chaeyeon semakin deras. 5api yeoja ini masih kukuh menatap yoonan. Melihat Chaeyeon menangis seperti itu, membuat yoonan memberanikan dirinya menarik Chaeyeon ke depannya. Di dudukan tubuh Chaeyeon ke pangkuannya.

“Chaeyeon jangan menangis” tangan kanan yoonan mengusap air mata Chaeyeon. Sedangkan tangan kirinya menopang tubuh yeoja ini di pangkuannya.

“Yoong..” desis Chaeyeon bergetar.

“Ne..”

“A-aku mencintaimu” lirih yeoja ini.

Yoonan diam, namja ini hanya menatap Chaeyeon. Di usapnya ibu jarinya di bibir Chaeyeon.

“Ssstt…aku juga mencintaimu” balas yoonan.

Tangan Chaeyeon dengan cepat menggenggam tangan yoonan.

“Jadikan aku milikmu seutuhnya” mohon Chaeyeon. “Jadikan aku punyamu yoong” mohon Chaeyeon lagi.

Dia tidak peduli dia di pandang oleh apa namja ini. Yang dia inginkan yoonan menjadi miliknya.
Merasa tak ada jawaban Chaeyeon dengan cepat meraup bibir yoonan. Dikulumnya bibir namja ini dengan sedikit kasar. Chaeyeon terus mengulum, menghisap, dan menggigit gemas bibir bawah yoonan. Yoonan membiarkan Chaeyeon menciumnya dengan sepuasnya. Yoonan dapat merasakan rasa asin yang berasal dari air mata yeoja ini. Tapi yoonan tetap membiarkannya. Membiarkan yeoja ini menangis menciumnya. Chaeyeon melepaskan ciumannya. Napasnya tersenggal-senggal. Ibu jari yoonan terulur mengusap bibir Chaeyeon.

“Apa yang kau lakukan hum?” tanya yoonan ibu jarinya masih mengusap bibir Chaeyeon dengan lembut.

Chaeyeon diam dalam isakan tangisnya. Dengan gerakan lembut yoonan menarik Chaeyeon untuk memeluknya. Dan yeoja ini dengan cepat memeluk yoonan. Tangan yoonan dengan lembut membalai rambut Chaeyeon. Di kecupnya kening Chaeyeon dengan lembut.

“Aku lebih dari kata mencintaimu” lirih yoonan.

Perlahan yoong mendekatkan wajahnya ke Chaeyeon, di kecupnya bibirnya Chaeyeon, lalu dikulumnya dengan lembut dan perlahan membuat Chaeyeon menghentikan tangisannya dan membalas ciuman yoong. Yoong semakin merengkuh tubuh Chaeyeon dan menekan tengkuk Chaeyeon memperdalam ciumannya. Tubuh Chaeyeon tersentak saat tangan yoong membelai pinggang rampingnya.
Jemari yoong dengan nakal memasuki kaos longgar Chaeyeon membuat yeoja ini mengcengkeram lengan yoong.

Chaeyeon dan yoong saling melumat, menghisap, mengulum satu sama lain. Ciuman namja ini berpindah dari bibir yeoja ini menuju dagunya kemudian mengulum cuping yeoja ini dan turun ke leher putihnya. Membuat yeoja ini sontak menggerang saat yoong menggigit leher Chaeyeon.

“Ah..”

Yoong terus mengucupi leher Chaeyeon tak lupa menghisapnya.
Berbagai bercak kemerahan sudah ada di leher Chaeyeon.

“Yoong.. Ssshhh”

Chaeyeon mendesah tertahan saat bibir yoong sudah di atas dadanya. Yoong mengangkat wajahnya sedikit menarik kaos yang dipakai Chaeyeon kebawah dan mendaratkan kembali bibirnya ke dada Chaeyeon. Darah Chaeyeon berdesir cepat saat lidah basah yoong bergetak menjilati dada atas Chaeyeon membuat Chaeyeon mendelik kegelian.

“Aaaahhh…” Chaeyeon menghela napas beratnya dan memejamkan matanya.

Chaeyeon semakin meremas rambut yoong. Kecupan-kecupan singkat yang di berikan yoong seakan membuat yeoja ini melayang. Yoong menghentikan kegiatannya saat menggeram. Chaeyeon membuka matanya saat yoong menghentikan aktifitasnya. Chaeyeon menatap yoong dengan tatapan kecewanya.
Tapi tidak dengan yoong, namja ini
malah menatap yeoja ini dengan sangat dingin. Yeoja ini tau namja dihadapannya ini dalam titik apa. Titik yang diharapkannya.

Chaeyeon meneguk ludahnya kasar saat tatapan yoong semakin tajam. Perlahan Yoong mendekatkan wajahnya ketelinga Chaeyeon. “Bagaimana kalau aku juga menginginkanmu”

Chaeyeon kembali menelan ludahnya kasar, suara yoong benar-benar seksi bagi yeoja ini. Chaeyeon menoleh menatap yoong. Dilihatnya yoong sedang tersenyum miring padanya. Entah siapa yang memulai. Kini mereka sudah berciuman kembali, ciuman yang berbeda dari sebelumnya ciuman panas dan terkesan terburu-buru. Chaeyeon membenarkan posisinya yang hampir merosot. Saling memagut, menghisap, melumat. Decapan-decapan mereka pun menghiasi ruangan tv yang sepi.

Chaeyeon tersentak saat yoong bangun dari duduknya dan menarik Chaeyeon dari pangkuannya. Chaeyeon mendorong tubuh yoong berjalan mundur kearah kamar. Chaeyeon mendorong yoong ke tempat tidur.
Yeoja ini langsung mengangkangi yoong dan menekan bibirnya memperdalam ciuman. Chaeyeon dapat merasakan tangan yoong menggerayangi tubuhnya tapi Chaeyeon membiarkan tangan yoong bergerak bebas di punggungnya.

Yoong bangkit dari tidurnya sehingga posisi Chaeyeon menjadi duduk. Mereka sama-sama melepaskan tautan bibir mereka sebentar dan mereka satu sama lain saling membuka baju. Degub jantung Chaeyeon berdetak kencang saat Chaeyeon melihat dada bidang yoong. Begitu pula yoong, napasnya yang tersenggal-senggal kini semakin tersenggal-senggal melihat dada putih Chaeyeon walaupun dada tersebut masih ditutupi bra berwarna baby peach. Yoong tersenyum lembut kearah Chaeyeon yang menatapnya. Dengan gerakan pelan yoong menarik dagu Chaeyeon dan kembali melumat bibir Chaeyeon yang sudah membengkak. Chaeyeon juga membalas ciuman lembut yoong.

Setelah puas dengan bibir Chaeyeon, bibir yoong bergerak perlahan ke leher putih Chaeyeon padahal sudah banyak tanda disana.

“Bibir muhh…sssshhh”

Chaeyeon mendesah saat bibir tipis yoong mengecupi area lehernya. Jantung Chaeyeon kembali berdetak kencang saat lidah yoong sudah ada di belahan dadanya.

“Aaahhhh” Chaeyeon memejamkan matanya. Lidah basah yoong kini menjilati dadanya yang masih tertutupi bra.
“Cukup” kata Chaeyeon.

Chaeyeon dapat merasakan di bawah dia berpangku ada sesuatu yang menonjol dan semakin mengeras. Chaeyeon terkekeh kecil melihat yoong sudah terangsang. Ditatapnya yeoja ini dengan dingin. Tapi Chaeyeon bukannya takut malah tersenyum kemudian menjilati bibir yoong.

“Ya..” pekik yoong tak terima. Tangannya langsung meraba punggung Chaeyeon dan mencari mengait bra Chaeyeon.

CKLEK!

yoong tersenyum senang dan dengan cepat menggulingkan yeoja ini hingga dia di atas dan Chaeyeon dibawah. Bra yang menutupi dada yeoja ini dibuangnya kesembarang arah. Yoong meneguk ludahnya melihat dada putih sintal Chaeyeon. Kini wajah Chaeyeon bersemu merah. Yoong menatap dadanya dengan intens. Yeoja ini tersentak saat bibir tipis yoong mengecup nipple dadanya.

“Eungh” lenguh Chaeyeon. Tangan namja ini sudah berada di dadanya membelai lembut dadanya. Sedangkan mulutnya menghisap dada kanannya. Pijatan lembut dari namja ini dan hisapan di dadanya yang tidak menuntut dari mulutnya.

“Akkhhhkk…pelan” pinta Chaeyeon. Saat remasan tangan yoong yang tadi lembut kini menjadi kasar. “Aaahhhhhhh” Chaeyeon melenguh hebat saat gigi yoong menyentuh kulit dadanya.

Setelah puas menikmati kedua dada Chaeyeon. Yoong mengangkat wajahnya. Tagan yoong yang di dada Chaeyeon kini
bergerak menuju kebawah dengan gerakan pelan. Jemari panjang yoong membelai lembut setiap inci tubuh yeoja ini. Chaeyeon sontak mendesah kecil saat tangan yoong menyelip keselangkangannya. Meraba bagian privat yeoja ini yang masih tertutupi hotpantsnya. Tangan yoong semakin liar di selangkangan Chaeyeon. Sedetik kemudian yoong membuka hotpants Chaeyeon.

Chaeyeon langsung menyilangkan kakinya yang sudah telanjang bebas dari hotpantsnya.

“Jangan menggodaku” ucap Chaeyeon malu.

Ditariknya perlahan celana dalam Chaeyeon menurun kebawah. Tanganbya meraba kembali bagian privat yeoja ini. Yoong dapat merasakan miss v Chaeyeon sudah lembab dan basah. Jarinya menggelitik miss v Chaeyeon.

“Yoong.. Jangan seperti itu” Chaeyeon memanjangkan lehernya mengambil napas yang tersendat.

“Ssshhhhh”

“Yoong.. Sudah hentikan” pinta Chaeyeon benar-benar tak tahan.

Chaeyeon benar-benar tak tahan. Seperti ada sesuatu yang akan meledak di dirinya. Chaeyeon menahan napasnya.

“Yoong…aaahh…aku…tak…tahan”
Desah Chaeyeon tak tahan.

Napas Chaeyeon benar-benar tersenggal. Diliriknya ke bawah. Tubuhnya benar-benar sudah polos tanpa sehelai benang pun. Yoong sontak menarik lehernya dari jangkauan bibir Chaeyeon.

“Aku saja” yoong menatap Chaeyeon dengan tajam. Manik matanya menggelap. Sampai Chaeyeon meremang melihat tatapan tajam yoong.

Dirabanya paha Chaeyeon dengan lembut. Dibukanya paha Chaeyeon melebar. Chaeyeon dapat merasakan udara dingin menyapa miss v nya. Perlahan tapi pasti yoong memasukan juniornya ke miss v Chaeyeon. Chaeyeon memejamkan matanya erat menahan sakit.

“Tatap aku” nada suara yoong sangat dingin, Chaeyeon langsung membuka matanya. “Yakin?” tanya yoong dengan serius. Entah
apa yang dipikiran namja ini sampai dia menanyakan apakah yeoja ini yakin dengan kemauannya.

“Yakin” jawab Chaeyeon mantap.

“Baiklah” lalu dikecupnya sekilas bibir Chaeyeon.

Yoong kembali melanjutkan kegiatannya yang tertunda. Dengan pelan dan lembut yoong mendorong juniornya masuk ke miss v Chaeyeon. Chaeyeon menahan rasa sakitnya mati-matian saat yoong mendorong sedikit kuat juniornya masuk ke dalam. Chaeyeon melepaskan napasnya. Junior yoong kini sudah masuk sempurna di miss v nya. Chaeyeon maupun yoong dapat merasakan bau darah yang menyeruak. Air mata Chaeyeon pun mengalir. Bukan karena dia sedih. Yoong yang pertama kali menyentuhnya. Namja yang dicintainya bukan orang lain, Chaeyeon menangis senang ditatapnya yoong dengan lemah.

“Jangan menangis” jemari yoong menghapus air mata Chaeyeon.

“Aku menangis senang. Kau lah yang pertama” balas Chaeyeon tersenyum.

“Sakit?” kini jemari yoong mengusap dahi Chaeyeon yang berkeringat.

Chaeyeon mengangguk pasrah. Yoong tersenyum melihat yeoja nya mengangguk. Di kecupnya dahi Chaeyeon dengan lembut.

Yoong kembali menatap Chaeyeon
seakan berbicara. ‘Apakah kau siap’ Chaeyeon kembali mengangguk.

Chaeyeon meringis saat yoong menggerakan pinggulnya, rasa perihnya kembali datang.

“Aaakkkhhh” rintih Chaeyeon.

Yoong tetap menggerakan pinggulnya dengan tempo tetap seiring bergeraknya tubuhnya yoong rasa perih yang dirasakan Chaeyeon berangsur memudar. Ingin sekali Chaeyeon mendesah sesukanya, tapi dia masih malu mendesah kepada yoong. Chaeyeon meremas rambut yoong sebagai ganti rasa inginnya untuk mendesah. Tapi tetap saja, gerakan pinggul namja ini membuat desahannya benar-benar tercekat habis di tenggerokannya. Chaeyeon tetapenahan desahannya. Ini benar-benar nikmat batin Chaeyeon, digigitnya sendiri bibirnya menikmati sensasi dorongan dari yoong.

“Biar aku saja yang menggigit bibirmu” ujar yoong. Lalu diraupnya bibir Chaeyeon dengan kasar, Chaeyeon pun membalasnya. Lidah mereka saling membelit, mereka saling menghisap dan mengulum.

Yoong pun menambah tempo gerakan pinggulnya, membuat Chaeyeon semakin ingin mendesah.

“Aaahhhhhh” desis Chaeyeon disela ciuman panas mereka. Mendengar desahan Chaeyeon, yoong pun melepaskan ciuman panas mereka dan fokus ke gerakan pinggulnya.

“Ssssshhhh” tubuh Chaeyeon menggeliat. Diangkat pinggulnya sedikit ke atas agar memperdalam dorong junior yoong.

“Lebih dalam yoong”

Chaeyeon meraba wajah yoong sambil memohon. Sedikit tersenyum yoong menandakan ia mengerti. Di perdalam dorongan pinggulnya dan mempercepat tempo gerakannya. Chaeyeon merengkuh tubuh yoong, memeluk erat-erat. Yoong memejamkan matanya menikmati pijatan junior di miss v Chaeyeon. Nafas yoong juga tersenggal-senggal seperti Chaeyeon. Detik berikutnya Chaeyeon benar-benar mengeluarkan desahannya, yeoja ini tidak sanggup lagi menahan desahannya. Sensasi yang diberikan yoong terlalu memabukannya begitu juga dengan yoong, Awalnya desahan kecil keluar dari mulutnya. Tapi saat Chaeyeon membalas dorongan pinggulnya, yoong juga ikut mendesah. Pijatan serta gerakan balasan Chaeyeon membuat yoong tak kuat. Chaeyeon mau pun yoong saling menggerakan pinggulnya. Menicptakan decatan diantar alat kelamin mereka.

Melihat mulut Chaeyeon yang terbuka sambil mendesah membuat yoong tergoda. Dibkulumnya bibir yeoja ini yang benar-benar sudah merah dan bengkak. Sampai akhirnya Chaeyeon menggigit bibir yoong menghentikan apa yang dilakukan namja ini. Chaeyeon membusungkan dadanya dan kepalanya menengadah keatas saat dia merasakan sebuah gelombang mendesak tubuhnya. Kepalanya mendadak pusing.

“A-ahku…ti..dakk..kkuatt”

Gelombang tersebut semakin besar, ingin rasanya Chaeyeon mengeluarkan gelombang itu.

“Ssshhhh sebentarrhhh” balas yoong dan di kecupnya lagi bibir Chaeyeon singkat.

“Eeeeeuuunngghh” Chaeyeon meremas lengan yoong,melihat Chaeyeon yang tak kuat lagi, yoong semakin mempercepat tempo gerakannya, membuat Chaeyeon mendesah kencang.

Yoong semakin menambah tempo gerakannya. Dia hampir mencapai klimaks, dibukanya paha Chaeyeon sedikit lebih lebar lagi. Semakin didorongnya ke dalam juniornya ke miss v Chaeyeon.

“Chae…” desis yoong.

Chaeyeon yang mengerti maksud yoong. Dikeluarkannya apa yang ditahan sedari tadi begitu pula dengan yoong.

“Aaarrggghhh”

Mereka sama-sama mengeluarkan cairan mereka. Chaeyeon merasakan miss v nya hangat dengan cairan namja ini. Yoong pun ambruk ke atas tubuh Chaeyeon. Dada mereka naik turun, Chaeyeon mengelus dada yoong. Ditatapnya wajah yoong yang penuh peluh. Dihapusnya peluh yang mengitari wajah tampan yoong. Yoong menggulingkan tubuhnya kesamping tubuh Chaeyeon. Ditariknya Chaeyeon dan memeluknya. Diambilnya selimut yang berada di sekitar mereka. Ditutupnya tubuh polosnya dan tubuh polos Chaeyeon.

“Lelah?”

“Hmm. Ayo kita tidur” ajak Chaeyeon.

“Baiklah” dikecupnya dahi yeoja ini. Dan Chaeyeon menenggelamkan wajahnya di ceruk leher yoong.

Chaeyeon masih tersenyum tapi dibalik senyumnya dia masih merasakan kesedihan.

***

Chaeyeon pov

Aku menopang daguku sambil melamun menatap taman di kampusku. Rasanya sangat senang bisa satu rumah dengan yoong. Aku masih tersenyum mengingat kejadian 3 hari yang lalu. Ternyata dia benar-benar berbahaya di titik normalnya. Lamunanku terhenti saat teman ku ada yang menelpon. Aku ambil telponku, senyumanku memudar seketika kuhela napasku perlahan. Dan kumasukan telponku ke dalam tas dan bangkit menuju ruang kelas.

“Saya akhiri kuliah hari ini”

Kurenggangkan tubuhku yang sedikit kaku. Ku ambil ponselku, sedikit terkejut, aku melihat 8 panggilan tidak terjawab dari soojung eonni.

“Ada apa?” pikirku

Tiba-tiba persaanku tidak enak, ku telpon balik soojung eonni.

“Kenapa tidak diangkat” gerutuku. Apa sebaiknya aku ke ruamh saja pikirku.

Author Pov

Chaeyeon berlari memasuki rumahnya persaannya semakin tidak enak.

“Eonni”

Dilihatnya kedua kakaknya duduk di ruang tamu Chaeyeon pun melangkahkan kakinya ke ruang tamu. Chaeyeon melihat kedua kakaknya dengan wajah gusar.

“Ada apa eonni?” kedua kakaknya diam. Chaeyeon pun duduk mendekati kakaknya.

“Ada apa eonni? Kenapa diam saja? Ada apa?” nada suara Chaeyeon semakin meninggi.

Sooyeon menghela napasnya. Di keluarkannya sebuah undangan. “Di antar tadi siang” takut-takut Sooyeon menjelaskan.

Chaeyeon menatap bingung undangan tersebut. “Undangan?”

Chaeyeon pun mengambil undangan tersebut. Dan betapa terkejutnya dia. Di undangan tersebut, tertera namanya dan nama namja yang dia tidak tau.
Tangan Chaeyeon mendadak gemetar.

“Tidak mungkin, minggu depan? Tidak, TIDAK” pekik Chaeyeon.

Chaeyeon membuang undangannya. “Tidak…tidak” pekikan Chaeyeon kini berubah menjadi nada pilu.

“Aku tidak mau…tidak..”

“Chae..” panggil kedua kakaknya khawatir.

“Aku tidak mau” desis Chaeyeon menahan sakit di dadanya.

“Chae…chae..mau kemana…chae..” kakaknya memanggil. Chaeyeon tiba-tiba bangkit dan keluar dari rumahnya

Kedua kakaknya pun segera menyusul adiknya.

“Chae…mau kemana…chae..buka pintunya” soojung menggedor-gedor pintu mobil Chaeyeon.

“Chae..buka..chae..” Sooyeon juga ikutan menggedor pintu adiknya.
“Jangan pergi chae…chae..” pekik Sooyeon.

Chaeyeon tidak mau mengubris titah kakaknya.

“Chaeyeon… Chae..berhenti…chae..” kakaknya memanggil-manggil namanya yang sudah melaju cepat meninggalkan rumahnya.

Chaeyeon mengusap air matanya, dia tidak tau tujuannya mau kemana. Pikirannya benar-benar kacau. Sebuah nama terlintas dipikirannya. Di lajunya mobilnya semakin cepat. Ditatapnya pintu kamar apartmenetnya.tangannya bergetar membuka pintu apartmenetnya. Di carinya yoong saat dia masuk, kaki Chaeyeon bergerak menuju kamar.di dapatnya yoong sedang tertidur.
Chaeyeon duduk di sisi tempat tidur. air matanya kembali mengalir.

“Mianhae..aku benar-benar mencintaimu. Mianhae yoong! Aku sangat mencintaimu”

Di kecupnya bibir yoong dengan singkat ” mianhae”

***

Chaeyeon berdiri di pelataran sungai han. Di tatapnya sungai han di malam hari, dia tengah memikirkan sesuatu. Ditatapnya ponselnya berisikan pesan akan di kirim ke kakaknya.

“Mianhae” desis Chaeyeon tertahan.

“Chae ada apa?” taejoon datang dengan napas tersenggal-senggal di hadapan Chaeyeon.

“Oppa sudah datang?”

“Kau kenapa? Kenapa wajahmu murung begitu?” taejoon menatap wajah Chaeyeon. “Ya…apa yang kau lakukan chae?” tanya taejoon saat Chaeyeon melemparkan ponselnya ke sungai.

“Oppa…mau membantuku?” Chaeyeon menatap taejoon dengan memohon.

“Membantu apa” jawab taejoon.

Chaeyeon diam, dia berpikir apa yang dilakukannya sekarang. Tapi…ada alasannya membuat keputusan ini.

“Bantu aku pergi dari sini?”

***

“HWAAAAA”

teriak soojung melihat pesan yang baru saja dikirim.

“Ada apa?” tanya Sooyeon cemas.

“Ini eonni?”

“Wae..wae?”

“Ini baca?” soojung memberikan ponselnya.

‘Aku pamit pergi. Jaga yoong, aku sangat mencintainya’

“Dia pergi? Pergi kemana?” tanya Sooyeon semakin cemas, dan soojung menggeleng kepalanya.

Tobe Continue…

Aku butuh saran dan comment kalian please….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s