IT’S LOVE TO YOU

image

Cast :

Jung Chaeyeon DIA

Im Yoona Girls’Generation

Ki HuiHyeon DIA

Kwon Eunchae DIA

Jeon Jungyeong Twice

Genre: NC

Rated: 18+
.
.
.

Chaeyeon Pov

SOPA high School

Pelajaran olahraga

“Hana..dul..set…hana…dul…set…hana..” berkali-kali kata-kata itu terkomat-kamit dimulutku ketika aku tengah melakukan pemasanan di pinggir lapangan ketika pelajaran basket.

“Siap-siap, sebentar lagi tim putri yang bermain” Ahn saengnim melongok ke belakang tempatku dan para murid yeoja lainnya berdiri.

“Nee saengnim~” ujar para yeoja malas.

Aku melanjutkan pemanasan ku lagi.

“Aiisssh HuiHyeon hari ini seksi sekali ~” ujar eunchae temanku yang tengah duduk di sampingku.

Aku melirik eunchae lalu HuiHyeon yang tengah bermain basket dan berlari mengejar bola.

“Kenapa kau memanggil namanya HuiHyeon, bukankah dia lebih tua darimu?” ujarku malas dan tetap melakukan pemanasan.

Eunchae menatapku. ” itu panggilannya jung Chaeyeon, aku lebih suka memanggil namanya dari pada oppa!” eunchae terkagum sendiri. Aku menggeleng-geleng.

“HuiHyeon dan genk nya sama-sama aneh?” ujarku lagi dan eunchae kembali menatapku.

“Aku tahu kenapa kau terlalu mengkritik mereka” eunchae menebak. Aku mengerutkan kening. “Karena YOONG mu itu kan?” nada eunchae sedikit menggoda.

“MWO? YOONG? IM YOONA! Kenapa harus dia!” dengan cepat aku menyemprot eunchae. Aku dan yoong itu musuh bebuyutan. Kebetulan Yoong, HuiHyeon, dan Jungyeong, sekelas dengan aku dan eunchae.

Itulah awal aku dan yoong tak bisa
jadi layaknya teman. Teringat kembali, saat piket kelas aku menyuruh yoong dan dia menolak.
Giliran dia mau malah membuat kelas jadi semakin kotor.

Namja gila’ itulah julukan yang aku berikan untuk nya. Dan dia malah menjuluki ku ‘yeoja iblis’.

“AISH! KAU GILA! JANGAN BAWA-BAWA NAMA DIA DI PEMBICARAAN KITA!” aku menggeleng kencang membuat eunchae tertawa.

“Tak usah mengelak juga, kau akui kan yoong itu tampan dan sexy dengan perut sixpicknya itu” eunchae menunjuk ke arah yoong yang tengah mengelap keringat dengan baju olahraganya dan itu membuat perut abs nya terlihat.

Aku akui yoong itu memang sexy,
dan yoong juga tampan, tapi aku benci dia!

“Ya Chaeyeon, aku akan memberi tahumu” eunchae menggandengkan tangannya dileherku.

Aku menatapnya. “Aku dan HuiHyeon itu berpacaran” bisiknya.

“MWO?” kini reaksiku yang berlebihan.

Eunchae memberi isyarat padaku agar aku tak berisik. Aku duduk dan menghentikan kegiatan pemanasanku.

Menatap eunchae. “Jinjja?” kenapa tak terlihat seperti berpacaran?” aku menatapnya penasaran. Eunchae tersenyum.

“Aku hanya ingin memberi tahumu saja” eunchae nyengir. Aku menjitaknya.

“Dan, kau tahu apa yang kami lakukan semalam?” eunchae menatapku lagi lamat. Aku juga menatapnya penasaran.

“HuiHyeon semalam menginap di rumahku. Dan lalu kami~”

“OK TIM PUTRI MASUK LAPANGAN!” kata-kata Ahn saengnim menghentikan kata-kata eunchae.

Eunchae beranjak begitupun aku.

“Eunchae maksudnya?” aku menatapnya sambil berjalan.

Eunchae tersenyum. “Melakukan seperti” kata-kata eunchae terhenti lagi. Di tiba-tiba mendorong tubuhku kedepan menabrak seorang namja. Yoong!

Yoong menopangku agar langkahku yang kikuk tak membuatku jadi terjatuh. Tangan kekarnya menyentuh pinggangku.

Aku mengelak. “Aih, tak sengaja! Eunchae yang mendorongku!” sergahku cepat dan cepat berlari ke lapangan membiarkan dia yang tampaknya ingin bicara.

Yoong Pov

Dari tempat duduk di pinggir lapangan aku menatap Chaeyeon yang tengah bermain basket. Entah kenapa mataku sedari tadi hanya ingin menatap dia. Tiba-tiba HuiHyeon mengulurkan minuman mineral ke arahku. Aku menolak.

“Apa serunya basket yeoja?” Jungyeong berujar seakan menyindirku, yang benar-benar serius melihat permainan basket yeoja, aku melirik ke arah Jungyeong.

“Mereka kelihatan sexy saja! Tidak
dilarangkan untuk mencuci mata!” balasku. Jungyeong tertawa mendengar jawabanku begitupun HuiHyeon.

“Jangan melihat eunchae” HuiHyeon mengantisipasiku, kini gantian aku yang tertawa.

“Itu tak mungkin HuiHyeon, yoong hanya melirik Chaeyeon” ucap Jungyeong yang sukses membuatku tersentak dan menoleh.

“Ani!” sontakku cepat. Jungyeong berpura-pura terpukau melihat ekspresiku dan diikuti tawa HuiHyeon.

Aku mati-matian menetralkan diriku lagi. Apa ini? Kenapa jantungku dari tadi berdetak terus.

Selesai pelajaran olahraga.

Chaeyeon Pov

Aku berjalan ke arah wastafel di taman belakang yang tersedia. Omelan keluar dari mulutku, dari tadi aku tak melihat eunchae, padahal aku sangat ingin bertanya
padanya lagi dan perihal dia mendorongku ke arah yoong. Tiba-tiba langkahku terhenti tepat di depan gudang depan wastafel yang sedikit tertutup. Saat aku mendengat suara desahan yeoja. Aku menatap ke arah gudang. Memberanikan diri untuk mengintip.

Mataku membulat saat aku lihat eunchae dan HuiHyeon yang saling menautkan bibir mereka dengan posisi yang intim. Aku menutup mulutku sendiri dengan tanganku terlalu takut menciptakan suara yang dapat membuat mereka tahu keberadaanku. Tiba-tiba sebuah tangan menarik sambil menutup mulutku juga. Siapa? Dia menyeretku jauh hingga di tempat sepi. Hingga akhirnya dia melepasnya. Aku menoleh dan terbelalak saat tahu itu yoong!

“Yoong! Apa maksudmu menariku?” hardik ku kesal.

“Dilarang mengintip orang yang tengah bercinta!” balasnya yang sukses membuatku tak bisa menjawab.

Aku membuang mukaku, malu karena kepergok mengintip hal tak yang pantas dilihat.

“A-aku tak sengaja melihat nya. Akupun malu sendiri melihat nya” belaku. Yoong tak mengeluarkan ekspresi apa-apa, mata rusanya tetap melihat ku.

Aku tak berani menatap matanya yang indah itu. Hal bodoh, tiba-tiba aku melihat bibirnya yang tampak seksi dan tubuh profesionalnya. Baru aku sadar kesempurnaan seorang yoong yang dulu tak aku ketahui. Tapi apa yang aku pikirkan? Tetap saja aku membencinya! Aku beranjak pergi meninggalkannya. Tapi tiba-tiba tangannya menahanku dan mendorongku ke tembok, menghimpitku dengan tangan kekarnya.

“Y-yoonie apa yang akan kau lakukan? Aku bisa berteriak jika kau mencoba macam-macam?” ujarku takut seraya menaruh kedua tanganku didada untuk menutupinya.

“Disini tak ada polisi, bahkan orang-orang. Yang ada hanya aku dan kau” ucapnya pelan dengan suara yang seksi.

“L-lalu?” tenggerokanku tercekat atas perbuatan bodohnya ini.

Tiba-tiba dengan gerakan cepat yoong menyambar bibirku dengan bibirnya. Dia memainkan bibirnya dengan bergairah. Membuatku yang tadinya mengelak malah ikut terbuai. Perlahan ku pejamkan mataku menikmati ciuman yoong yang bergairah. Dalam hatiku bertanya, mengapa yoong menciumku? Bibir yoong berhenti melumat bibirku, sekarang dia mencium kupingku membuatku merinding.

“Aku sebenarnya mencintaimu” bisiknya dengan desahan, aku terdiam. Mataku terbuka.

Yoong hendak mencium bibirku lagi, namun aku mendorongnya pelan. Dia menatapku.

“Mianhae, ini terlalu terburu-buru” ucapku tertunduk.

Tak berani menatap yoong, tiba-tiba yoong memeluk ku membuatku kembali terkejut, dia mengelus rambutku.

“Bisa kau pikirkan lagi?” ujar yoong. Aku diam, lalu mengangguk mantap.

Yoong memelukku sangat erat, tangannya melingkar dipinggangku. Aku bisa merasakan wangi badannya yang jantan. Jantungku berdebar hebat.
Kemaluanku mengernyit. Badanku bergetar seperti menahan rasa nafsu yang terus membahan dalam diriku. Yoong membuatku begini. Seperti tahu perasaanku, tiba-tiba yoong melumat bibirku lagi seperti tak takut aku mendorongnya. Namun kali ini aku tak mengelak. Aku malah membalas lumatan bibirnya dan melingkarkan tanganku dilehernya. Kami saling membalas lumatan dengan panas. Dan membuat yoong membaringkanku. Dia mencium leherku, membuat kissmark.

Membuat desahan kecil keluar dari mulutku. Tangan yoong juga memainkan pinggangku dan mulai nakal menyingkap rokku, aku menatap sekeliling. Apa aku dan yoong akan melakukan di tempat seperti ini? Di gudang belakang yang sepi? Yoong terus menciumi ku dengan bergairah. Dia seperti harimau yang bengis yang tengah memangsa santapannya. Dia kini berusaha membuka seragamku, membuka setiap kancing aku menutup mataku takut, dan mencapai klimaks saat yoong mencium buah dadaku dengan leboh bergairah, napasku tersenggal.

Dia kini melepas seragamnya, dengan buas yoong mencium buah dadaku lagi, melumat bibirku dan meremas dadaku dengan tangannya.

“Yoong… Sakit..” rintihku menutup mata.

Seperti tak peduli yoong mulai  menyingkap rokku dan melepaskan CD yang kupakai dengan paksa. Aku beranjak dan mendorongnya.

“Ani yoong, sepertinya aku tak bisa lebih lanjut lagi” ucapku bergetar.

Yoong menatap ku, dan tiba-tiba dia memeluku lagi. Membuat aku bisa merasakan sentuhan kulitnya yang lembut. Yoong melumat bibirku lagi, dia melepasnya lagi dan menatapku.

“Kau akan suka saat-saat seperti ini, percayalah” ucapnya mengelus kepalaku.

Aku menelan ludah, yoong dengan cepat menidurkanku lagi di aspal gudang belakang yang keras. Menyingkap rokku lagi dan memperlihatkan miss v ku yang tak terbalut CD. Yoong menjilat miss v ku dengan erotis, membuatku semakin mendesah hebat.

“Yoong.. Aaahh…aahhhghh” aku memejamkan mataku menahan kenikmatan saat lidahnya dapay kurasakan miss v ku.

Yoong menghentikan aksi jilatannya dan kembali melumat bibirku. Aku mengira hubungan intim hanya sampai disini saja. Namun aku tersentak saat sesuatu masuk dengan cepat ke miss v ku. “Sakiit!” jeritku kecil mencakar punggung yoong. Yoong
tertawa kecil dan mencium leherku.

“Ini juniorku chagi~” ucapnya. Aku menatapnya dengan air mata. Sedikit menahan sakit.

“Sakiit. Apakah memang sakit jika melakukan hal ini?” tanyaku dengan polos.

“Anii~” jawab yoong cepat. Aku mencerna kata-katanya, apa baginya ini nikmat?

Tiba-tiba yoong memaju mundurkan bokongnya. Hingga kurasakan sensasi kenikmatan. Yoong pun juga menikmatinya. Hingga bibir kami bertaut lagi dengan tetap diikuti desahan.

Author Pov

Eunchae terdiam saat sedari tadi HuiHyeon yang bergoyang di miss v nya. Tak ada desahan sama sekali dimulutnya seperti yang tadi.

“Chagi, waeyo? Sudah tak nikmat lagi?” HuiHyeon berbisik. Eunchae sadar dan tertawa.

“Ani, aku suka. Tapi aku seperti mendengar suara desahan lain selain kita”

END

Coment kalian guys

Sangat penting buatku…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s