ONESHOOT HOT TEST POOL

image

Cast: Im Yoona a.k.a Yoona Snsd

Jung Chaeyeon DIA

Zhou Tzuyu Twice

Minatozaki Sana Twice

Genre: NC 17+
.
.
.

Chaeyeon Pov

“HUAAAAAAAAAAAAAAAA! kolam berenang!!” teriak ku histeris menuju ke arah kolam berenang yang menantiku.

Hari ini aku dan temanku tzuyu tengah pergi berenang untuk mengambil nilai. Awalnya aku tak mau pergi berenang, tapi tzuyu memaksaku karena masalah nilai.
Aku yang tak bisa berenang dan guru yang masih belum jelas siapa yang akan mengetes kami membuatku semakin malas. Tapi karena aku masih memikirkan nilai akupun mau menerima ajakan tzuyu. Sekarang malah aku yang excited ingin menyebur ke kolam.

Tzuyu menatapku yang tengah menyebur saja tanpa berenang di tepi kolam, dia menggelengka kepalanya.

“Jangan membuat aku malu! Kau mau menyebur begitu saja? Coba lihat anak SD itu! Berenangnya sangat lancar!” tunjuk tzuyu yang langsung membuatku berdecak kesal.

“Aku kan gak bisa berenang! Kalau kau mau membuatku tak memalukanmu kau ajari aku berenang! Palli!” sahutku sok, tzuyu berdecak dan melipat tangannya.

“Tunggu saja sampai gurunya datang, biar dia yang mengajarimu! Mana aku bisa mengajarimu! Wueek!” ledek tzuyu.

Aku menatapnya kesal dan menyipratkan air kolam ke arahnya membuat dia tersentak.

“Ya! Apa yang kau lakukan!” tzuyu balik menyipratku tapi aku malah tertawa, bagaimana tidak? Jika dia menyipratku dengan air yang sedang di kolam itukan malah semakin membuatku senang, sudah basaha malah basah.

“Hentikan main-mainnya! Ya!” tiba-tiba suara menyahut dari belakang. Aku dan tzuyu menoleh ke arah suara itu dan tampak Im saengnim menatap kami dengan tatapan seramnya. Kami menghentikan kegiatan main-main kami dan aku cepat naik ke tepi kolam dengan sigap. Im seangnim berdecak dan menaruh kertas datanya di depan meja kolam.

“Dasar anak yeoja pemalas, ujian sudah dari kapan tahu kalian baru ikut sekarang” ucap im seangnim berdecak. Kami hanya menunduk takut. Im seangnim memang seram dan galak.

“Tapi hari ini aku tidak mendata kalian, yang mendata kalian adalah anakku dan temannya” ucap im seangnim membuat aku dan tzuyu terkejut.

Dan saat aku mendongakan kepalaku lagi aku melihat dua sosok namja bertelanjang dada hanya memakai boxer hitam besar. Satu namja bermuka tampan dan bermata rusa dan satunya lagi namja berwajah cantik. Mereka tersenyum kearahku dan tzuyu. Aku dan tzuyu membalas senyum mereka.

“Berterima kasihlah padaku karena kalian terbebas ujian kejam dariku” Im saengnim menatap kami dengan tatapan seramnya.

“Ujian berenang saja disebut seram, kalau matematika baru seram…” bisik tzuyu kepadaku. Im seangnim berdehem membuat tzuyu langsung diam.

“Ok, yoona, Sana, kalian urus dua
Balakaciput ini! Beri mereka ujian yang kejam! Jangan kecewakan aku!” im seangnim menepuk pundak namja rusa itu. Namja rusa itu mengangguk tersenyum.

Im seangnim pun berlalu meninggalkan aku dan tzuyu bersama 2 namja itu.

“Ok! Kenalkan! Namaku yoona! Im yoona! Aku anak dari Im seangnim” namja rusa itu tersenyum. Aku dan tzuyu saling pandang.

“Tidak mirip, masa appanya seram anaknya tampan?” bisik tzuyu lagi, aku menyikut tzuyu untuk diam.

“Aku Minatozaki Sana, panggil saja Sana!” ucap namja cantik itu, dia tersenyum.

“Kalian siapa!” Sana menatap kami satu persatu.

“Zhou tzuyu!” tzuyu menjawab duluan. ” kalau ini temanku chae-chae” tzuyu menepuk pundaku. Aku melotot.

“MWO! CHAE-CHAE DARI MANA! AKU CHAEYEON! JUNG CHAEYEON” sewotku seraya menoyol kepala tzuyu. Tzuyu hanya menyengir. Aku mendengus kesal.

Yoona dan Sana tersenyum menatap kami.

“Ne, sudah-sudah. Jadi begini sesi tes berenangnya. Aku yang akan mengetes Chaeyeon dan Sana yang akan mengetes tzuyu. Kalian akan dites dari berenang, pernapasan sampai gerak tubuh” ucap yoona menatap Sana dan disambut anggukan Sana. Aku terdiam.

“Tunggu, tapi aku tidak bisa berenang” ucapku malu. Yoona menatapku dari ujung rambut sampai ujung kaki membuatku malu.

“Jinjja?” dia menatapku lekat, aku mengangguk malu. Sangat malu. Anehkan dia jika tahu seorang siswi kelas 2 SMA tidak bisa berenang. “Arraseo! Aku akan mengajarimu berenang juga. Ayo cepat pemanasan!” ucapnya dan menepuk tangannya tanda dimulai.

Aku dan tzuyu cepat-cepat melakukan pemanasan dengan malas-malasan. Aku melirik ke arah Sana, aku mengernyit saat melihat Sana terus tersenyum ke arah tzuyu. Aku menatap tzuyu, dia tampak tidak sadar dan terus melakukan pemanasan dengan gaya malas.

“Ani tzuyu-ssi.. Bukan begitu cara pemanasannya” Sana berjalan ke arah tzuyu dan mengajari dia dari belakang tubuhnya. Dia mengajari tzuyu cara memainkan tangannya dan akhirnya mereka malah seperti pasangan yang saling berpelukan mesra dari belakang. Bodohnya tzuyu mau saja dilakukan hal itu, dia malah tersenyum ke arah Sana. Aku bergidik melihat pemandangan itu dan melanjutkan pemanasanku.

Aku melirik ke arah yoona, jantungku berdebar saat melihat yoona yang tengah menatapku sambil memainkan bibir tipisnya dengan jemarinya. Tatapannya sangat menggodaku, aku membuang mukaku. Melihat sekeliling tempat, aku mulai sadar di area kolam berenang ini tak ada siapa-siapa lagi selain kami berempat.

“Ok! Pemanasan selesai! Chaeyeon-ssi, tzuyu-ssi cepat kalian menyebur! Kita mulai ujiannya!” perintah yoona menyalakan peluitnya.

Aku cepat-cepat menyebur ke kolam dan menenggelamkan diriku. Menghilangkan perasaan berdebarku pada yoona. Aku kembali menaikan mukaku ke dasar kolam. Aku sadar tzuyu belum menyebur.

“Tzuyu?” panggilku bingung. Saat aku mengedarkan pandanganku. Mataku terbelalak melihat Sana yang masih memeluk tzuyu dari belakang. Dia tampak membisikan sesuatu kepada tzuyu dengan mesra, tzuyu hanya tersenyum seperti menjawab bisikan Sana, aku melongo melihat aksi mereka.
Maksudnya mereka sekarang berpacaran karena saling suka? Lucu sekali, itukan terlalu cepat. Kutatap yoona, dia juga menatap tzuyu dan Sana. Tak lama dia juga tertawa pelan sambil membuang tatapannya dan mulai menatapku. Aku menunduk.

“Kita serius saja ya Chaeyeon, biarkan tzuyu dan Sana mulai bermain-main dulu?” ucap yoona mulai melirik kertas data. Aku menghela napas lega. Untunglah yoona tidak berperilaku seperti Sana juga.

Tiba-tiba yoona ikut menyebur ke kolam dan berenang ke arahku, aku mengerutkan kening. Bukannya hanya pekerjaan mengetes berenangku? Diakan bisa tetap mengetesnya di atas tepi kolam seperti im seangnim.

GREP!

Tiba-tiba yoona memeluk tubuhku dan menarikku menyelam ke dalam air. Aku terkejut melihat aksinya. Akupun merasakan bibirku dilumat oleh bibirnya di dalam air. Dia memain mainkan bibirku dengan ganas. Membuatku sedikit ingin mengikuti permainanya. Namun tiba-tiba aku tersadar dan mencoba mengelak dari kuluman bibirnya. Dia menyerah dan melepas pelukan dan kulumannya. Membiarkanku menaikan wajah ke atas dasar kolam, aku mengatur napasku yang tadi sempat tertahan.

Apa yang dia lakukan? Apa yang dia lakukan? Pikirku bingung. Aku menatap yoona dan tampak dia menatapku dengan tersenyum menggoda. Dia menjilat bibirnya yang terbalur air kolam.

“Apa yang kau lakukan huh?” ucapku bergetar. Setengah takut atas tingkahnya.

“Ini yang kubilang serius” ucapnya sambil perlahan mendekat ke arahku. Aku mundur takut, menggelengkan kepalaku. “Aku tertarik padamu jung Chaeyeon. Kau membuat hatiku terjatuh. Serius” ucapnya pelan dengan nada yang sengaja ia seksikan.

Aku menelan ludahku. Hingga tiba-tiba langkahku terhenti. Aku menoleh kebelakang. Aku telah sampai ke tepi kolam. Yoona tersenyum, dia menghimpitku dengan tangannya. Wajahnya sangat dekat dengan wajahku. Tangannya perlahan mengelus wajahku pelan.

“Kau cantik” ucapnya sedikit mendesah.

Perlahan jemari yoona mengelus leherku, hingga sampai ke dadaku. Dia memainkan nippleku, aku mendesah pelan. Tiba-tiba dia mencium bibirku lagi dan melumatnya dengan ganas. Sangat dalam dan membuatku terlena. Entah kenapa aku mulai melingkarkan tanganku kelehernya dan ikut memainkan bibirnya. Yoona yang sadar tingkahku yang mengijinkan dia mencumbu ku mulai memainkan jarinya menyentuh bokongku yang terbalut baju renang.

Dia semakin ganas memainkan bibirku akupun juga semakin ganas membalas lumatan bibirnya meski akhirnya aku selalu kalah panas dari lumatannya. Tiba-tiba aku tersadar sesuatu saat aku mulai mengeluarkan cairan dari miss v ku. Aku melepas ciuman yoona dan cepat beranjak ke atas tepi kolam. Yoona mengerutkan kening melihat tingkahku.

“Waeyo? Bukannya tadi kau menerimanya?” tanya yoona sedikit kesal.

Aku menggeleng. “Ani, kata eommaku jika kita melakukan hal yang romantis dikolam dan mengeluarkan cairan. Cairan itu akan tersebar ke kolam dan mengenai langsung tepat ke miss v ku. Aku takut..” ucapku polos.

Yoona mendengar ucapanku dengan malas. Dia tersenyum simpul dan naik ke atas tepi kolam
sepertiku. Dia menindih tubuhku hingga abs nya menyentuh perutku.

“Ucapan bodoh. Sekarang pun aku akan memasukan miss v mu” ucapnya membuatku langsung terbelalak.

“Apa maks..” kata-kataku terhenti saat yoona melumat bibirku lagi. Dia memainkan bibirku lagi membuatku kesulitan bernapas. Ciumannya kini benar-benar sangat dahsyat dari yang tadi, akupun benar-benar kembali terlarut dalam permainan bibirnya dan membalas lumatan ganasnya. Tiba-tiba yoona menggendong tubuhku dan membantuku menyebur ke kolam lagi membuatku sedikit bingung. Yoona mulai melumatku lagi di dalam air. Dia memainkan lidahnya, tangannya dengan nakal
mengelus bokongku dan meremas
Dadaku.

Aku mendesah di dalam air. Dia mengajaku keluar dari dalam air dan mulai menciumku di dasar air.
Lumatannya begitu panjang tanpa berhenti, yoona sedikit bergerak dan tak memelukku, namun bibirnya tetap aktif melumatku dan mulai berpindah ke leherku untuk membuat sebuah kissmark. Aku mendesah menahan geli bibirnya yang menghisap leherku.

“Yoona aaahhh ahng..” desahku meremas rambut cokelatnya.

Dia semakin ganas menghisap leherku dan berpindah ke dadaku, dengan paksa dia melepas baju renangku. Aku sadar kelakuannya sudah mulai bahaya. Aku menahan lajunya yang mulai melepas baju renangku.

“Oppa, aniii aaahh~” tahanku lemah. Dia sadar kelemahanku dan mulai menghisap bibirku lagi. Seraya perlahan dia mulai membuka bajuku hingga benar-benar terlepas dari tubuhku. Aku melihat sekitar dengan desahan, takut ada seseorang yang melihat,
aku mendesah lega saat tak ada orang, sedangkan tzuyu dan Sana juga tak ada, aku tak tahu dimana mereka sekarang. Apa mereka juga melakukan hal yang sama dengan ku?

Yoona mengajakku ke kolam yang lebih cetek membuatku dapat sekedar duduk sambil tetap menikmati aksinya. Dia menciumi dadaku, menghisap nippleku sambil meremas dengan kencang.
Aku mendesah kencang semakin membuatnya bernafsu. Dia menenggelamkan kepalanya ke kolam yang tak lain juga ke arah miss v ku. Dia mulai menciumi miss v ku dengan irotis. Desahan nikmat keluar dari mulutku saat kurasakan bibir dinginnya menyentuh miss v ku. aku meremas rambutnya dengan kencang.

“Ooohhh..ahhhha….oppa…ahhhnngg” desahku menyalurkan kenikmatan. Yoona mengangkat wajahnya dari dalam kolam dan mulai menciumi dadaku lagi, tangannya kembali aktif meremas dadaku.

“Aku masukan yah” ucapnya mendesah. Aku ikut mendesah, aku sebenarnya takut, tapi aku tak bisa menahan rasa inginku, akupun mengangguk pelan, yoona tersenyum, dia mencium bibirku lembut.

Tiba-tiba aku merasakan ada yang memasuki miss v ku.

“Aaargghh” aku berteriak kecil menahan ngilu. Yoona pun menggigit bibirnya menahan ngilu juga. Hingga akhirnya juniornya masuk ke miss v ku. Aku dan dia menghela napas bersamaan.

Yoona menatapku dan melumat bibirku lagi, bibirnya berpindah ketelingaku. “Sarangheyo~” ucapnya pelan. Aku tersenyum dan memeluk tubuhnya agar kembali merapat pada tubuhku.
Dia pun mulai menggoyang-goyangkan bokongnya. Membuat sensasi kenikmatan. Aku mendesah kencang begitupun dengan dia.

Dia semakin kencang memaju mundurkan bokongnya di dalam air. Bibirnya pun mulai aktif melumat bibirku. Tangannya meremas dadaku kencang.

****

Aku beranjak keluar dari kolam setelah selesai, kembali memakai baju renang bersama dengan yoona yang memeluku dari belakang dan mencium leherku. Tiba-tiba tampak tzuyu dan Sana dengan pakaian lengkap menuju kearah kami. Yoona cepat-cepat melepaskan pelukannya dan berusaha bersikap biasa. Aku mengerutkan kening melihat mereka berdua yang tidak basah.

“Mian yah kalian tadi ujian dulu. Aku sama Sana tadi habis dari Mcd” ucap tzuyu seraya nyengir. Aku mengerutkan kening.

“Apa kalian tidak bercinta?” tanyaku pelan.

Tzuyu mengerutkan keningnya. “Bercinta? Bercinta apa? Aku dan Sana memang baru berpacaran tadi, bukan berarti aku dan dia langsung bercintakan?” ucap tzuyu merangkul Sana dan disambut senyuman oleh Sana.

Aku terdiam terpaku…

END…

KUMOHON COMENT KALIAN RIDERS….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s